Cek Kriteria Kendaraan yang Tak Boleh Beli Pertalite, LCGC dan Sepeda Motor Apakah Termasuk?

Bila mengacu pada spesifikasi, kendaraan mewah pada umumnya sudah mensyaratkan pemakaian RON 92 ke atas seperti Pertamax.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Warga saat mengisi bahan bakar di SPBU MT Haryono, Jakarta, Senin (28/3/2022). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Saat ini pemerintah sedang melakukan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.

Melalui revisi aturan tersebut, nantinya mobil mewah bakal dilarang membeli bahan bakar bensin jenis Pertalite.

Hal itu disampaikan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saleh Abdurrahman.

Dia mengatakan, seiring dengan revisi yang dilakukan, pemerintah bersama Pertamina juga sedang menyusun petunjuk teknis pembelian Pertalite.

Baca juga: Bikin Pemerintah Tombok, Mobil Mewah Bakal Dilarang Beli BBM Pertalite, Mulai Kapan?

Baca juga: Pemerintah Akan Larang Kendaraan Mewah Beli Pertalite, Aturan dan Kriteria-nya Sedang Disusun

Lalu seperti apa kriteria kendaraan mewah yang tak boleh membeli Pertalite,  apakah dibedakan berdasarkan harga, merek, atau teknologi yang digunakan?.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjawab, untuk kriteria yang masuk dalam kategori kendaraan mewah akan diputuskan oleh pemerintah.

Irto menjelaskan, bila mengacu pada spesifikasi, kendaraan mewah pada umumnya sudah mensyaratkan pemakaian RON 92 ke atas seperti Pertamax. Karena Pertalite sendiri masih RON 90.

"Secara spek tentunya kurang tepat kalo menggunakan RON di bawah itu (kendaraan mewah), dan namanya subsidi tentu diharapkan bisa tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan," ujar Irto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/6/2022). 

Menurut Irto, pengguna mobil mewah harusnya tidak masuk dalam kelompok yang mengonsumsi atau membeli Pertalite, karena statusnya sudah menjadi BBM penugasan yang mendapat subsidi dari pemerintah.

Lantas, saat ditanya apakah nanti jenis kendaraan mewah yang dimaksud juga akan mengarah pada pengguna sepeda motor, Irto kembali mengatakan yang akan menentukan adalah pemerintah.

"Untuk itu (motor) kita lihat nanti keputusan resminya dari pemerintah ya. Jadi kriteria masyarakat pengguna BBM bersubsidi nanti akan ditentukan oleh Pemerintah," katanya.

Penggunaan RON 92 pada mobil tak hanya berlaku untuk segmen mewah dengan harga di atas Rp 500 jutaan, kategori mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC), juga sudah dianjurkan pabrikan untuk mengonsumsi BBM yang lebih tinggi dari RON 90. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved