Berita Sragen Terbaru
Kembali Terjadi Perusakan Tugu Perguruan Silat, Kapolres Sragen Minta Jangan Disikapi Berlebihan
Perusakan tugu perguruan silat kembali terjadi di Kabupaten Sragen. Hal tersebut menurut Kapolres Sragen adalah ulah provokator.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Perusakan tugu perguruan silat kembali terjadi di Kabupaten Sragen.
Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, perusakan tugu salah satu perguruan silat terjadi pada Kamis (9/6/2022) dini hari.
Tugu tersebut berlokasi di Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen yang dirusak dibeberapa bagian dan disiram cat.
Baca juga: Inilah Saksi Bisu Kekejaman Pelatih Silat Rudapaksa Bocah di Sragen : Kini Korban Terinfeksi Bakteri
Baca juga: Bikin Bangga Klaten, Atlet Pencak Silat Khoirudin Mustakim Sabet Perak di Ajang SEA Games Vietnam
Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama mengatakan dengan dibentuknya Forum Komunikasi Perguruan Pencak Silat (FKPPS) Sragen sepakat jika hal tersebut karena ulah pihak lain.
"Sesuai komitmen FKPPS, sehingga manakala ada yang seperti itu, mereka bersepakat bahwa ini adalah ulah pihak-pihak lain atau provokator yang ingin membuat konflik," ungkapnya saat ditemui wartawan, Kamis (9/6/2022).
Dengan dasar itulah, perguruan silat bersama bhabinkamtibmas, babinsa dan pihak kecamatan bergotong royong untuk diperbaiki.
Berbagai upaya pencegahan sebenarnya sudah dilakukan, termasuk memasang kamera pengawas CCTV.
Baca juga: Penyebab Ratusan Anggota Perguruan Silat Nyaris Bentrok di Boyolali : Gegara Satu Kabar Hoaks ini
Namun, ternyata kamera CCTV yang disekitar tugu juga dirusak untuk melancarkan aksinya.
"Pencegahan juga bisa dilakukan dengan proaktif, tapi yang paling penting jika terjadi seperti itu jangan disikapi berlebihan, kita harus sepakat itu ulah provokator," ujarnya.
AKBP Piter menyebutkan jika organisasi perguruan silat sebenarnya tidak ada niatan untuk merusak atribut perguruan silat lainnya.
"Kalau masing-masing organisasi perguruan yakin nggak ada niatan atau suatu konsep yang ingin merusak atribut perguruan silat sebelah atau segala macam, toleransi dan saling menghargainya luar biasa," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kapolres-Sragen-AKBP-Piter-Yanottamacxgdgd.jpg)