Kebakaran di Boyolali

El Nino Picu Kemarau Lebih Panas, Warga Boyolali Diimbau Tak Bakar Lahan

Kebakaran lahan di Boyolali diprediksi bisa meningkat jika warga tetap membakar sampah atau lahan sembarangan.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Dok. BPBD Sukoharjo
ILUSTRASI. Kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Bulu, Sukoharjo pada Kamis (8/9/2023). El Nino disebut akan mempengaruhi musim panas di Boyolali jadi lebih panas pada kemarau 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena El Nino diperkirakan membuat musim kemarau 2026 lebih panas dan kering, sehingga meningkatkan risiko kebakaran lahan.
  • Warga diimbau tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar, termasuk membakar sampah di lahan kosong.
  • Kebakaran kerap dipicu api yang ditinggalkan hingga merembet, dan biasanya baru dilaporkan setelah membesar.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Fenomena El Nino diperkirakan akan mempengaruhi musim kemarau 2026.

Kemarau disebut akan lebih panas.

Terkait fenomena ini, warga diingatkan agar tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Apalagi membakar sampah di lahan kosong.

Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, mengatakan risiko kebakaran lahan meningkat seiring kondisi kekeringan dan banyaknya material kering yang mudah terbakar.

“Kalau musim panas, risikonya kebakaran lahan pasti lebih besar karena banyak kekeringan. Kemudian, barang-barang kering itu mudah terbakar,” ujarnya, Senin (6/3/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran lahan kerap dipicu aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar oleh pemiliknya.

Tak jarang, api yang ditinggalkan kemudian merembet ke area lain dan memicu kebakaran lebih luas.

Menurutnya, setelah api membesar dan mengganggu lingkungan sekitar, warga biasanya baru melaporkan kejadian tersebut ke petugas Damkar.

Ilustrasi kebakaran lahan di Wonogiri 
Ilustrasi kebakaran lahan di Wonogiri. El Nino disebut akan mempengaruhi musim panas di Boyolali jadi lebih panas. (TribunSolo.com / Erlangga Bima)

Jangan Bakar Sampah Dekat Kandang Ternak

Selain itu, Supriyono juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah di sekitar kandang ternak.

Pasalnya, kebiasaan tersebut berisiko memicu kebakaran kandang.

“Biasanya sampah basah dibakar untuk menghasilkan asap guna mengusir serangga di kandang. Tapi, ini justru berpotensi menimbulkan kebakaran,” jelasnya.

Baca juga: Kronologi Kebakaran Rumah di Wonogiri, Korban Lihat Asap saat Membersihkan Rumput

Meski saat ini laporan kebakaran lahan di Boyolali masih relatif sedikit, Supriyono menegaskan potensi peningkatan kasus tetap ada seiring datangnya musim kemarau.

Pihaknya pun memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana untuk menghadapi kemungkinan tersebut.

“Kita tetap bersiap, stand by bersama sarpras. Untuk sarpras insyaallah lengkap,” tambahnya.

Ke depan, Damkar Boyolali juga akan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat guna menekan angka kebakaran lahan.

“Kami akan terus sosialisasi karena itu sangat efektif untuk menekan kasus kebakaran lahan,” pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved