Berita Karanganyar Terbaru
Tangga Lawu, Ide Bupati Karanganyar yang Tertunda 2 Tahun karena Pandemi, Tahun Ini Mulai Diseriusi
Bupati Karanganyar mulai bergerak untuk mewujudkan idenya yakni tangga lawu. Ide itu untuk lebih membuat pendaki nyaman saat mendaki Gunung Lawu.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Wacana membuat jalur pendakian puncak Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar kembali diseriusi oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar, setelah dua tahun tertunda akibat pandemi Covid-19 melanda.
Bupati Karanganyar Juliyatmono telah mengundang sejumlah pegiat lingkungan hidup dan komunitas sukarelawan Tawangmangu, Ngargoyoso, Jenawi dan Karangpandan, Rabu (22/6/2022).
Bupati Karanganyar mengatakan pada daerah-daerah ini merupakan penyangga lereng Gunung Lawu.
“Sempat dulu merencanakan buat tangga Lawu, namun baru bisa kembali dibahas lagi sekarang karena dua tahun kemarin terhalang pandemi,” kata Juliyatmono kepada TribunSolo.com, Rabu (22/6/2022).
Baca juga: Potret Upacara Piodalan di Lereng Gunung Lawu Karanganyar: Diikuti Ratusan Umat Hindu
Juliatmono mengatakan dalam proses pembangunan jalur pendakian Gunung Lawu membutuhkan partisipasi dari para sukarelawan dan sokongan dana mitra pemerintah.
Ia berharap pembuatan jalur ramah pendakian didukung para anggota komunitas tersebut.
"Perhutani membuka jalur pendakian resmi Gunung Lawu di Cemoro Kandang di Tawangmangu dan Tambak, di Ngargoyoso, dalam perjalanannya, seringkali terjadi pendaki tersesat karena kehilangan arah, penanda rute perjalanan ke puncak Lawu juga tertutup tumbuhan maupun hilang," ucap Juliyatmono.
Dia mengaku memiliki ide pembuatan jalur ramah pendaki yang dinamakan Tangga Lawu.
Ia menjelaskan tangga lawu ini yang dimaksud bukan tangga yang dibuat seperti tangga permanen, melainkan jalur yang ditandai bebatuan untuk trap-trapan akan dirapikan.
Selain itu di kanan kiri jalur tersebut dilakukan penataan pepohonan, serta dipasang penerangan di bagian tertentu.
"Para sukarelawan akan dilibatkan, saya yakin ini dapat mempercepat realisasi tangga Lawu, material penyusun jalur ini dapat memanfaatkan bahan di sekitar seperti batu dan kayu," tutur Juliyatmono.
Ia berharap proyek Tangga Lawu bisa selesai secepatnya.
Kemudian dia mengaku yakin nantinya tangga Lawu tersebut akan menjadi magnet baru penarik wisata alam Gunung Lawu.
Dia mengatakan rencananya, tangga akan dibuat 12 kilometer dari pos pendakian Cemoro Kandang untuk menjangkau puncak lawu berketinggian 3.265 meter dari permukaan laut.
“Dibagi jatah pengerjaannya, misalnya satu komunitas beranggota 50 orang mampu bikin 100 meter lalu disambung komunitas lainnya, tentu lebih baik,” ungkap Juliyatmono.
“Nantinya CSR dapat masuk untuk mendanai, kami sudah meminta izin Perhutani untuk membuatnya,” pungkasnya. (*)