Berita Nasional

Benarkah Beli Bensin Pakai Hitungan Liter Bisa Menghindari Kecurangan? Simak Penjelasan Pihak SPBU

Ternyata, membeli BBM dengan mengacu pada takaran nominal rupiah akan lebih mudah dan mempercepat transaksi.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Warga saat mengisi bahan bakar di SPBU MT Haryono, Jakarta, Senin (28/3/2022). Lebih baik membeli BBM pakai hitungan liter atau jumlah uang? 

TRIBUNSOLO.COM -- Masyarakat Indonesia memiliki kebiasannya sendiri-sendiri saat membeli bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Tak hanya soal pilihan jenis BBM, namun perilaku dalam membeli BBM berdasarkan nominal rupiah atau jumlah liter.

Ya, ada orang yang lebih nyaman membeli BBM dengan nominal rupiah tertentu.

Sementara itu ada juga yang mengacu pada jumlah liter.

Baca juga: Viral Ajakan Isi BBM dengan Nominal Ganjil, Alasannya Agar Tak Dicurangi, Pertamina Buka Suara

Ada konsumen yang terbiasa membeli bensin dengan nominal Rp 100.000, ketimbang membeli BBM sejumlah lima liter atau enam liter.

Lantas, sebenarnya mana yang lebih baik?

“Kalau menurut saya sama saja, baik harga maupun liter. Karena kan dikonversikannya tetap ke liter. Misalnya beli bensin Pertamax Rp 50.000 dapatnya sejumlah liter saat itu. Sama saja kalau membeli 5 liter bensin akan Rp 50.000 juga,” ujar Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka Paimin, dikutip dari Kompas.com.

Tetapi, membeli BBM dengan mengacu pada takaran nominal rupiah akan lebih mudah dan mempercepat transaksi, contoh Rp 100.000 atau Rp 150.000.

Baca juga: 3 Cara Agar Mobil Jadi Irit Konsumsi BBM, Perhatikan Cara Berkendara Anda

Sementara itu, jika mengacu pada liter, misal contoh harga per liter Pertalite Rp 7.650, berarti harus menyiapkan uang receh atau petugas SPBU harus menyiapkan uang kembalian.

Sebelumnya, memang ada anggapan yang beredar soal pembelian dengan patokan liter bisa menghindari kecurangan di SPBU

Tetapi, Paimin mengatakan, hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan. 

“Sama saja (liter atau nominal rupiah). Ada baiknya konsumen memerhatikan pengisian dari awal hingga akhir, setelah itu minta truk transaksi kepada petugas agat bisa dilihat apakah uang yang dikeluarkan sesuai dengan jumlah takaran liter BBM yang dibeli,” kata Paimin. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved