Idul Adha 2022

Hukum Menggabungkan Puasa Zulhijah dengan Utang Puasa Ramadan, Simak Penjelasan Ulama

Bolehkah puasa Zulhijah itu digabungkan dengan ganti utang puasa Ramadan? Ulama menegaskan hal itu tak boleh dilakukan, ini penjelasannya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Grafis Tribunnews.com
Ilustrasi Puasa Zulhijjah. 

TRIBUNSOLO.COM -- Puasa Zulhijjah merupakan puasa sunah yang dilaksanakan mulai 1-9 Zulhijah, di dalamnya terdapat puasa Tarwiyah dan Arafah.

Kerap jadi pertanyaan Umat Muslim, bolehkah puasa Zulhijah itu digabungkan dengan ganti utang puasa Ramadan?

Menjawab pertanyaan itu, Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Mas Said Surakarta Syamsul Bakri menegaskan puasa Zulhijah tidak bisa digabungkan dengan ganti puasa Ramadan. 

Sebab, setiap puasa ada aturannya tersendiri.

Baca juga: Kapan Puasa Tarwiyah Jelang Idul Adha 2022? Simak Jadwal dan Keutamaannya bagi Umat Muslim

"Tentu tidak bisa (digabungkan). Puasa punya aturannya sendiri-sendiri. Artinya, tidak puasa A sekaligus gandeng puasa B itu tidak bisa. Ia harus sendiri-sendiri," ujar Syamsul dilansir dari Kompas.com pada Jumat (1/7/2022). 

Ia menjelaskan, lebih utama mendahulukan puasa qadha karena hukumnya wajib.

Sedangkan puasa Zulhijah, baik puasa Tarwiyah maupun Arafah, keduanya adalah puasa sunah.

Artinya, utang puasa Ramadan baiknya ditunaikan terlebih dahulu sebelum puasa sunah. 

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Idul Adha 10 Juli 2022, Cek Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah

"Yang wajib harus didahulukan ketimbang yang sunah, itu kaidahnya," terang Syamsul.

Adapun 1 Zulhijah 1443 Hijiriah sendiri dimulai hari ini 1 Juli 2022 berdasarkan sidang Isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama pada Rabu (28/6/2022).

Sedangkan Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah terjadi setelahnya, yakni tanggal 10 Juli 2022.  (*)

Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved