Berita Boyolali Terbaru

Waduh! Setahun Lagi TPA Winong Boyolali Terancam Penuh, Sehari 60 Ton Sampah Masuk 

Produksi sampah dari masyarakat di Boyolali sebanyak 60 ton dalam sehari. Kondisi ini membuat TPA Winong terancam penuh dalam setahun kedepan.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Ilustrasi: Pengerukan tumpukan sampah TPA liar di Desa Nepen, Kecamatan Teras Boyolali, beberapa waktu lalu. Saat ini Kondisi di TPA Winong juga semakin padat, dalam setahun kedepan terancam penuh. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Tempat pembuangan akhir (TPA) Winong Boyolali terancam penuh dalam setahun kedepan. 

Hal ini dilihat dari daya tampung di TPA Winong tersebut. 

Saat ini saja, setiap harinya ada 60 ton sampah yang masuk ke TPA Winong.

Baca juga: Evaluasi CFD Perdana di Klaten, Bupati Sri Mulyani Ingatkan Soal Sampah 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani menyebut volume sampah di TPA Winong terus meningkat.

Dalam sehari saja, rata-rata sampah yang masuk ke TPA mencapai 60 ton.

Sehingga jika hal itu tak segera diantisipasi, setahun lagi TPA Winong bisa penuh.

“Kalau tak ada upaya maksimal, maka TPA Winong bakal penuh dalam setahun mendatang,” kata Wiwis, kepada TribunSolo.com, Rabu (6/7/2022).

Untuk itu, Wiwis meminta masyarakat agar dapat memilah sampah rumah tangga sebelum dibuang ke tempat sampah.

Sampah yang bisa dimanfaatkan seperti botol dan plastik atau besi yang tak terpakai bisa dikumpulkan untuk dijual atau diberikan kepada pemulung.

“Kemudian sampah organik bisa diolah jadi pupuk. Langkah ini selain mengurangi volume sampah juga sekaligus mengurangi pemakaian pupuk kimia,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga berencana untuk merekrut puluhan pemulung di kawasan Boyolali Kota.

Mereka ini nantinya bisa mengambil atau memulung sampah- sampah di tempat pembuangan sementara (TPS).

Dengan begitu, volumen sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang.

Karena memang, selama ini pihaknya juga terbantu oleh pemulung di TPA Winong.

Mereka cukup andil dalam mengurangi tumpukan sampah dengan mengambil sampah-sampah yang masih punya nilai jual.

“Kertas ataupun plastik diambil para pemulung untuk dijual, ini bisa mengurangi jumlah sampah di TPA,” pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved