Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Polisi Tembak Polisi

Sosok Istri Kadiv Propam Putri Ferdy Sambo, Pengakuannya Membuat Polisi Saling Tembak hingga 1 Tewas

Putri Ferdy Sambo tak lain adalah nama panggilan istri dari Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Ini sekilas tentang sosoknya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Twitter via TRIBUN MEDAN
Sosok Putri, istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. 

Fakta lainnya, ketika kejadian, Ferdy Sambo tidak berada di kediamannya.

Ia sedang melakukan tes RT-PCR.

"Jadi waktu kejadian penembakan tersebut Pak Sambo, Pak Kadiv, tidak ada di rumah tersebut," ujar Ramadhan.

"Pada saat kejadian, Kadiv Propam tidak ada di rumah karena sedang PCR test," imbuhnya.

Ferdy Sambo baru mengetahui peristiwa penembakan itu ketika ditelepon istrinya.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen (Pol) Ferdy Sambo, di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen (Pol) Ferdy Sambo, di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020). (KOMPAS.com/Devina Halim)

Kemudian, Ferdy Sambo telah melihat sopir dinas istri Ferdy Sambo itu meregang nyawa.

"Setelah kejadian, Ibu Sambo menelepon Pak Kadiv Propam. Kemudian datang, setelah tiba di rumah Pak Kadiv Propam menerima telpon dari ibu."

"Pak Kadiv Propam langsung menelpon Polres Jaksel dan Polres Jaksel melakukan olah TKP di rumah beliau," jelas Ramadhan.

Baca juga: Ada 233 Kasus Penembakan Massal Terjadi di Amerika Serikat Sepanjang Tahun 2022, Ini Pemicunya

3. Tujuh Luka Tembakan di Tubuh Brigadir Yosua, Bharada E Tak Ada Luka

Rumah Dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo lokasi baku tembak yang menewaskan Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Rumah Dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo lokasi baku tembak yang menewaskan Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. (Tribunjakarta.com/ Tribunnews.com)

Kasus penembakan itu membuat ada total 12 tembakan yang dikeluarkan oleh keduanya.

Ramadhan menyebut Brigadir Yosua mengeluarkan tujuh kali tembakan sedangkan Bharada E melesatkan lima tembakan.

Walaupun Bharada E menembakan lima peluru, Ramadhan mengungkapkan luka tembakan yang berada di tubuh Brigadir Yosua berjumlah tujuh luka.

"Walaupun lima tembakan ada satu tembakan yang mengenai tangan kemudian tembus ke badan, jadi kalau dibilang ada tujuh lubang tapi lima tembakan itu ada satu tembakan yang mengenai dua bagian tubuh termasuk luka sayatan itu," ujar Ramadhan.

Hanya saja, Bharada E justru tidak menderita luka apapun dalam insiden itu.

Ramadhan mengatakan hal ini karena Bharada E berada di lantai 2 rumah Ferdy Sambo yang setinggi 10 hingga 12 meter.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved