Berita Karanganyar Terbaru

Mulai Ditinggalkan, Runner-up Master Chef Indonesia Brian Wicaksono Malah Bikin Makanan Tradisional

Tak ingin kuliner tradisional punah dimakan zaman, juru masak di Indonesia berusaha membuat kuliner kekinian dengan tidak meninggalkan cita rasa khas

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Tri Widodo
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Runner-up Master Chef season 3 Brian Wicaksono menyantap kuliner tradisional nusantara di Nava Hotel, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (16/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kuliner tradisional sebenarnya enak-enak.

Tapi, kalangan anak-anak muda kurang begitu menyukainya. 

Bahkan, kuliner tradisional asli dari nusantara ini kian ditinggalkan. 

Tak ingin kuliner tradisional itu punah dimakan zaman, juru masak di Indonesia berusaha membuat kuliner kekinian dengan tidak meninggalkan cita rasa dari kuliner khas tradisional.

Baca juga: 5 Tempat Makan Seafood Enak di Solo, Terkenal untuk Wisata Kuliner

Baca juga: Rekomendasi Kuliner Dekat Keraton Solo, Rasa Enak dan Harga Terjangkau

Runner-up Master Chef Indonesia season 3 Brian Wicaksono mengatakan sebenarnya masakan indonesia gak kalah enak rasannya jika dibadingkan dengan western.

"Menu kekinian saat ini sedang hits, anak muda lebih suka masakan western, namun bukan berarti masakan Nusantara gak punya panggung lagi di sini," kata Brian kepada TribunSolo.com, Sabtu (16/7/2022).

Brian mengakui sejak Master Chef Indonesia season 3 berakhir pada 2013, dia dan rekan-rekannya selalu berusaha agar hidangan tradisional bisa diterima internasional, hingga sekarang.

Sebagai Chef muda di Indonesia masih suka memasakn masakan dari luar Nusantara.

"Masih ada chef muda lebih suka membuat maskaan luar Nusantara, tugas kami untuk tetap membudayakan kuliner Nusantara jangan sampai hilang dari Indonesia," ucap Brian.

Ia menuturkan masih beberapa masakan khas Nusantara yang masih digandrungi oleh anak muda di Indonesia seperti Ayam Taliwang dari Lombok, Ayam Bututu dari Bali dan masih banyak lagi.

Menurutnya, masakan seperti itu dapat dikemas menarik dan dapat menyaingi masakan ala barat alias western.

"Jika kita makan, kita tetap tau keunikan dari masing-masing tastenya di setiap masakan tradisional," ungkap Brian.

Selain itu, dalam melestarikan kuliner tradisional bisa dilakukan dengan cara menjadikan kuliner tersebut sebagai salah satu menu andalannya.

Hal tersebut seperti yang dilakukan Nava Hotel dengan mempresentasikan 62 menu makanannya yang salah satunya merupakan makanan khas Nusantara.

"Selain itu, cara yang lain yaitu, contoh di Karanganyar ada makanan khas dari umbi-umbian seperti timus (Gastronomi), tapi saya yakin semua Masyarakat Karanganyar tahu makanan tersebut,"tutur Brian.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved