Berita Solo Terbaru
Belum Ada Lintasan buat Pemanasan, Atlet Lompat Jauh Minta Langsung ke Menpora&Gibran: Kami Penuhi
Atlet APG Lompat jauh minta Menteri Pemuda dan Olahraga bikinkan lintasan atletik untuk pemanasan.
Penulis: Tara Wahyu Nor Vitriani | Editor: Tri Widodo
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perbaikan venue pertandingan ASEAN Para Games (APG) sudah dilakukan.
Tapi masih ada saja yang perlu adanya penambahan.
Seperti belum adanya lintasan untuk pemanasan atlet lompat jauh.
Atlet lompat jauh, Setyo Budi Hananto meminta lintasan untuk pemanasan ini langsung kepada Menteri Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Ketua Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (Inaspoc) Gibran Rakabuming Raka meninjau venue APG.
Baca juga: Venue untuk APG XI di Solo Dipastikan Sudah Siap, Menteri PUPR: Ada 8 Venue yang Direnovasi
Baca juga: Potret Mobil Dinas Gibran: Ganti Gambar Tengkorak Mata Menyala dengan Logo& Maskot ASEAN Para Games
"Disini nantikan dibuat pertandingan kita tidak ada lintasan untuk pemanasan, warming up gitu hlo," kata Budi saat ditanya Menpora, di venue atletik di Stadion Manahan, Senin (18/7/2022).
Menurutnya, selama ini atlet lompat jauh melakukan latihan di Kentingan.
Padahal, track yang ada di Kentingan sudah rusak.
"Kita ingin pelatihan disini sehingga untuk hari H bisa penyesuaian. Tapi kalau ini nanti dibuat loading peralatan pembukaan kita siap dialihkan ke Stadion Sriwedari," jelasnya.
Budi menyebut jika permintaannya itu cukup mudah direalisasikan.
Sebab, lintasan yang dibutuhkan bersifat portabel, dan bisa dilepas pasang.
Menpora , Zainudin Amali langsung menanggapi permintaan atlet ini.
Dia memastikan kebutuhan para atlet akan dipenuhi.
"Akan kami penuhi, karena pada saat dipakai pertandingan kita butuh lintasan warming up untuk lintasan," ungkapnya.
Dirinya memastikan akan langsung memberikan lintasan tersebut mengingat waktu APG XI tinggal sebentar lagi.
"Lintasan pemanasan akan dipenuhi, karena kita butuh untuk itu. Itu (pembuatan lintasan) tidak (butuh waktu) lama," pungkas Menpora. (*)