Berita Daerah
Tragedi Sepur Kelinci di Serang, 9 Orang Meninggal Tertabrak Kereta Api saat Lintasi Rel
Sebanyak 9 orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertabrak kereta api di perlintasan Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Seluruh penumpang itu kemudian bergelipang.
Bahkan ada yang terpental.
Budiawan (25) salah satu warga yang saat kejadian berada tak jauh dari lokasi mengatakan jika kereta kelinci itu melaju cukup kencang.
Sesampainya dilokasi kejadian, kereta Kelinci yang diduga mengalami rem blong yang kemudian masuk terperosok ke dalam ladang lalu terbalik.
Baca juga: BREAKING NEWS : Kereta Kelinci Super Tayo Terperosok di Andong Boyolali, Dua Orang Penumpang Tewas
"Tadi sebelum kejadian ini, saya sempat dengar suara ramai meriah dari anak-anak yang menumpangi kereta kelinci itu, tapi sesat kemudian terdengar suara benturan keras," katanya.
Diapun seketika langsung mendatangi lokasi kejadian.
Ada korban yang tertimpa badan kereta kelinci.
"Saya mau angkat tapi tidak kuat. Kemudian nunggu warga yang lain dan akhirnya bisa terangkat," jelasnya.
Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Abdul Mufid yang turun langsung ke lokasi kejadian mengatakan kecelakaan tunggal kereta kelinci ini masih dalam penyelidikan.
Hanya saja, dari informasi rombongan wisatawan ini diketahui bertolak dari Klego menuju Bandara Adi Soemarmo, Ngemplak.
Kemudian memilih jalan pintas di perkampungan dan kebun jati di Dusun Sempu, Andong.
Nah saat melintasi jalan ini, kereta kelinci mengalamai masalah.
Kereta tiba-tiba mogok di tengah jalan.
Beberapa orang penumpang kereta itu kemudian mendorong kereta kelinci itu supaya bisa melanjutkan perjalanan wisata.
"Awalnya kereta mogok, lalu di dorong. Ternyata terkendala gas terkunci dan sepur kelinci berjalan kencang dan lurus, lalu terbalik di tegalan," jelasnya.
Sementara itu, Kabid Pelayanan, RSUD Waras Wiris Andong mengatakan pihaknya menerima 12 pasien korban kecelakaan ini.
"Dua korban yang datang sudah dalam kondisi meninggal dunia, perempuan dan laki-laki. Yang perempuan itu umur 32 tahun dan yang laki-laki anak-anak usia 4 tahun," jelas dia.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kereta-menabrak-odong-odong-di-pintu-perlintasan-kereta-api-di-Desa-Silebu.jpg)