Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Polisi Tembak Polisi

Sebelum Tewas di Kediaman Irjen Ferdi Sambo, Brigadir J Minta Sang Kekasih Vera Cari Pria Lain

Kamaruddin Simanjuntak memaparkan, almarhum Brigadir J pernah berkomunikasi dengan Vera, ihwal ancaman pembunuhan terhadap dirinya tersebut.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Tribunnews
Sebelum tewas baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Ferdy Sambo, Brigadir J menangis dan meminta Vera Simanjuntak mencari pria lain, seolah nasibnya bakal berakhir. 

TRIBUNSOLO.COM - Pengacara Brigadir J, Kamaruddin, mengungkap, mendiang Brigadir J sempat meminta sang kekasih, Vera Simanjuntak agar mencari pria lain.

Diketahui Brigadir J telah berpacaran dengan Vera sejak usianya 22 tahun.

Brigadir J lahir usianya 27 tahun, ia lahir pada 29 November 1994.

Baca juga: Kapan Hasil Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J Diungkap? Begini Kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi

Itu berarti ia dan Vera telah berpacaran selama lebih dari 5 tahun.

Kammaruddin mengurai, Brigadir J telah mendapatkan ancaman pembunuhan sejak bulan Juni 2022.

(kiri) Tangkapan layar Brigadir J menangis saat video call dengan Vera Simanjuntak, kekasihnya. (kanan) Foto mereka dalam satu frame diunggah Kamaruddin Simanjuntak di di laman Facebooknya
(kiri) Tangkapan layar Brigadir J menangis saat video call dengan Vera Simanjuntak, kekasihnya. (kanan) Foto mereka dalam satu frame diunggah Kamaruddin Simanjuntak di di laman Facebooknya 

Terkahir, ancaman pembunuhan itu didapatnya pada Kamis (7/7/2022) atau sehari sebelum dirinya tewas.

Sosok pengancam membunuh Brigadir J sebelum tewas sudah diidentifikasi.

Kamaruddin menyebut sosok pengancam itu merupakan satu di antara sejumlah ajudan Kadiv Propam Polri non-aktif Irjen Ferdy Sambo dalam foto bersama.

Baca juga: PNS Dapat Penambahan Gaji dan Tunjangan Mulai 1 Agustus 2022, Intip Besarannya

Dalam foto tersebut, memang ada Brigadir J hingga Bharada E.

Namun, Kamaruddin berkeyakinan bukan Bharada E yang melakukan pengancaman pembunuhan tersebut.

"Orang yang mengancam ini saya sudah kantongi namanya. Kalau pernah lihat sejumlah foto yang mereka foto bersama itu salah satu yang mengancam itu ada dalam foto itu. Yang jelas bukan Bharada E," kata Kamaruddin saat dihubungi, Senin (25/7/2022).

Kamaruddin lalu menilai aneh pernyataan polisi bahwa Brigadir J tewas ditembak oleh Bharaga E gara-gara masuk ke kamar istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi karena akan melakukan pelecehan seksual.

Baca juga: Ayah Brigadir J Sempat Debat dengan Polisi Sebelum Sang Putra Akhirnya Dimakamkan Secara Kedinasan

Jika itu benar, hal itu bertolak belakang dengan psikologis yang menyelimuti diri Brigadir J yang sudah menerima ancaman pembunuhan sejak Juni.

Karena itu Kamaruddin Simanjuntak menilai sangat janggal jika Brigadir J melakukan pelecehan seksual terhadap istri Kadiv Propam Polri non-aktif Irjen Ferdy Sambo.

"Pertanyaannya ada nggak orang yang sudah tahu dia menjelang sakaratul maut masih bernafsu untuk melakukan itu," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved