Travel

Ribuan Orang Tandatangani Petisi Tolak Kenaikan Tarif Masuk Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo

Kajian kenaikan harga tiket Taman Nasional Komodo (TNK) dengan alasan biaya konservasi adalah sesuatu yang tidak logis.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
oldlook.indonesia.travel
Pulau Komodo 

TRIBUNSOLO.COM - Kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK) khusus Pulau Komodo dan Pulau Padar di Labuan Bajo Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, ditolak oleh ribuan orang melalui sebuah petisi.

Diberitakan Pos Kupang, petisi yang dimulai Marcus Antoni itu kini telah ditandatangani 6.000 orang hingga Selasa (2/8/2022) pukul 19.00 Wita.

Baca juga: Desy Ratnasari Nyaris Jadi Istri Pengusaha Kaya Namun Lamaran Ditolak, Ini Alasannya Desy

Marcus menjelaskan, kajian kenaikan harga tiket Taman Nasional Komodo (TNK) dengan alasan biaya konservasi adalah sesuatu yang tidak logis.

Dikatakan, Taman Nasional Komodo adalah cagar alam budaya Indonesia, sesuai yang di sampaikan Anggota Komisi V DPR RI Effendy Sianipar.

"Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa Indonesia mampu merawat dan melindungi habitat asli Komodo,"

"Menurutnya keindahan alam Indonesia merupakan berkah bagi penduduknya, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikan berkah dari Yang Maha Kuasa," kata Marcus mengulang pertanyaan Effendy.

Baca juga: Ramalan Zodiak Rabu 3 Agustus 2022: Leo Siap-siap Merasa Kecewa, Aquarius Butuh Rekreasi

Marcus kembali menjelaskan, persoalan pengelolaan dan pemeliharaan TNK nantinya bisa sharing tugas dan tanggung jawab antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

"Jadi kita sudah hitung matang-matang, nanti ini dirawat dengan baik tentu diselaraskan dengan APBD dan APBN dan belum ada 1 kajian pun yang mevalidasi bahwa kunjungan turis sudah merusak ekosistem Taman Nasional Komodo (TNK) akan kehilangan nilai jasa ekosistem sebesar Rp 11 trilliun pada tahun 2045,"

"Mohon publikasikan bukti konkrit atas kajian tersebut, rincian kerugian dan bukti-bukti, dari bagian apa kunjungan turis ke taman nasional yang sudah menganggu kelangsungan hidup satwa komodo dan ekosistem di TNK," tulis Marcus mengutip Effendy.

Sementara Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno menyebut populasi komodo di Taman Nasional Komodo (TNK) Labuan Bajo cenderung meningkat.

Baca juga: Kerajaan Arab Saudi Habiskan Dana Rp 100 Miliar untuk Kain Kiswah Kabah yang Diganti Setahun Sekali

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved