Berita Daerah

Gadis di Lamongan Lapor Polisi, Mengaku Dirudapaksa Mantan Pacar hingga Hamil, Suami Setia Dampingi

Diketahui, korban melaporkan mantan pacarnya berinisial BA (18) dengan didampingi suami karena membuat dirinya hamil enam bulan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Kolase Tribun-Video.com
Ilustrasi pemerkosaan. Gadis di Magelang dihamili mantan pacar, lapor polisi didampingi suaminya. 

TRIBUNSOLO.COM, LAMONGAN -- Polisi saat ini masih menyelidiki dugaan pencabulan yang dialami oleh remaja, P, warga Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur.

Diketahui, korban melaporkan mantan pacarnya berinisial BA (18) dengan didampingi suami karena membuat dirinya hamil enam bulan.

Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbiantoro menyebut pihak kepolisian masih mempelajari laporan yang diberikan oleh korban, pada Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Jadi Korban Pemerkosaan saat PKL, Siswi SMK di Sragen Malah Dilaporkan Balik oleh Terduga Pelaku

"Untuk laporan pada hari Rabu kemarin, saat ini masih dalam penyelidikan, masih pendalaman. Nanti kalau ada perkembangan, akan kami sampaikan lebih lanjut," ujar Anton, saat dikonfirmasi, Jumat (5/8/2022).

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lamongan, Iptu Sunaryo mengatakan, pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut terkait kasus tersebut.

Sebab saat ini sudah ada dua orang yang melapor yang menyatakan dirinya sebagai korban.

"Pelapornya ada dua orang, yang sama-sama mengaku menjadi korban. Kasusnya masih dalam penyelidikan. Kita pelajari lebih teliti dulu, karena kasusnya pelik," ucap Sunaryo.

Baca juga: Tasya Kamila Umumkan Hamil Anak Kedua di Hari Anniversary ke-4 Pernikahannya, Selamat!

Korban melapor ke Polres Lamongan dengan diantar suaminya. 

"Saya lapor karena keinginan sendiri. Suami hanya mengantar," kata P.

Korban P menjelaskan, peristiwa tersebut dialaminya saat masih duduk di bangku kelas 2 SMP, sedangkan BA saat itu duduk di bangku kelas 3 SMK.

Saat itu, BA mengundang P datang ke rumahnya hingga memaksa berbuat asusila kepada korban.

"Dia tetap memaksa, meski saya sudah menolaknya. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, hingga terjadilah hubungan suami istri. Kejadian ini berulang sampai sepuluh kali, terakhir bulan November 2021," tutur P.

Akibat kejadian tersebut, P mengaku harus putus sekolah. 

Dirinya kemudian menikah dengan suaminya, F, pada awal Juni 2022.

Terkait apa yang dialami oleh istrinya, F menyatakan siap mengawal dan mendukung korban sampai kasus terselesaikan. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved