Berita Nasional

Negara Mulai Megap-megap Subsidi BBM, Jokowi Sebut Harga Pertalite Seharusnya Rp 17 Ribu

Menurut Jokowi, pemerintah saat ini masih berusaha sekuat tenaga memberikan subsidi hingga Rp 502 triliun untuk mengatasi hal tersebut.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke empat negara di antaranya Jerman, Ukraina , Rusia, dan Uni Emirates Arab. Kepala Negara bersama rombongan lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dengan menggunakan Pesawat Garuda Indonesia (GIA-1) sekitar pukul 10.36 WIB, Minggu, (26/6/2022). Jokowi mengaku jika negara kesulitan karena subsidi BBM. 

TRIBUNSOLO.COM -- Presiden Joko Widodo kembali menyinggung beratnya beban negara untuk menyubsidi harga bensin.

Jokowi mengatakan, apabila harga bensin naik, harga barang juga akan mengalami kenaikan secara bersamaan.

Menurut Jokowi, pemerintah saat ini masih berusaha sekuat tenaga memberikan subsidi hingga Rp 502 triliun untuk mengatasi hal tersebut.

Baca juga: Potret Pertemuan Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy

"Coba di negara kita, bayangkan Pertalite naik dari Rp 7.650 harga sekarang, kemudian jadi harga yang benar Rp 17.100, demonya berapa bulan? Naik 10 persen saja demonya saya ingat, demonya 3 bulan," ujar Jokowi saat membuka Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Tahun 2022, di Sentul International Convention Center di Bogor, sebagaimana disiarkan YouTube PPAD TNI, Jumat (5/8/2022).

"Kalau naik sampai 100 persen lebih, demonya akan berapa bulan? Inilah yang sekarang dikendalikan pemerintah dengan apa, dengan subsidi, karena begitu harga bensin naik, harga barang otomatis melompat bersama-sama," tutur dia. 

Ia pun menyebutkan, subsidi dari negara sebesar Rp 502 triliun bukan jumlah yang kecil.

Kata Jokowi, tidak ada negara lain yang berani memberikan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) sebesar yang dilakukan Indonesia.

Baca juga: Politikus PPP Sebut 3 Tokoh yang Dapat Endorsement Jokowi untuk Maju Pilpres 2024, Ini Nama-namanya

Jokowi tak menampik, saat ini memang dunia berada keadaan sangat sulit.

Hal itu ia ketahui saat bertemu para pemimpin dunia, seperti Sekjen PBB Antonio Guterres, para kepala lembaga internasional, kepala negara G7, kata Jokowi, mereka menyatakan sulitnya kondisi dunia.

"Beliau-beliau menyampaikan, Presiden Jokowi, tahun ini kita akan sangat sulit, terus kemudian tahun seperti apa? tahun depan akan gelap. Ini bukan Indonesia, ini dunia, hati-hati, bukan Indonesia, yang saya bicarakan tadi dunia," ucap Jokowi. 

Jokowi lalu mengutip penjelasan dari Sekjen PBB dan juga IMF bahwa akan ada 66 negara yang akan ambruk ekonominya.

Baca juga: Kuota BBM Subsidi Menipis Pertalite Bakal Langka, Ekonom: Penyaluran BBM Subsidi Harus Tepat Sasaran

Saat ini menurutnya kondisi itu mulai tampak.

"Sekarang sudah mulai satu per satu angkanya adalah 9 lebih dulu, kemudian 25, kemudian 42, mereka detail mengalkulasi, apa yang dikhawatirkan betul-betul kita lihat dan sekarang ini 320 juta orang di dunia sudah berada pada posisi menderita kelaparan akut dan sebagian sudah kelaparan," tutur dia.

"Ini saya sampaikan apa adanya karena posisi pertumbuhan ekonomi bukan hanya turun tapi anjlok semuanya. Singapura, Eropa, Australia, Amerika, semuanya. Pertumbuhan ekonomi turun tapi inflasi naik, harga-harga barang semua naik ini kondisi yang sangat boleh saya sampaikan dunia pada kondsi yang megnerikan," ujar Presiden.

(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved