Berita Nasional

Kuota BBM Subsidi Menipis Pertalite Bakal Langka, Ekonom: Penyaluran BBM Subsidi Harus Tepat Sasaran

Peningkatan konsumsi Pertalite tahun ini makin menjadi seiring dengan hilangnya Premium dari pasaran.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Warga saat mengisi bahan bakar di SPBU MT Haryono, Jakarta, Senin (28/3/2022). 

TRIBUNSOLO.COM - Kuota BBM bersubsidi diprediksikan akan habis pada akhir tahun ini.

Pemerintah diminta segera mengambil sikap agar tidak lagi terjadi kegaduhan.

Harus ada pengaturan penyaluran tepat sasaran menjadi jalan keluar utama untuk antisipasi habisnya kuota BBM bersubsidi.

Baca juga: Futri Zulya Savitri Ganti Nama Jadi Putri Zulkifli Hasan Setelah Resmi Cerai dari Mumtaz Rais

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, menilai kuota Pertalite yang akan habis berpotensi mengakibatkan kelangkaan Pertalite ke depan. Dalam mengontrol konsumsi, sistem kuota cenderung tidak efektif karena mengakibatkan kelangkaan di berbagai tempat dan potensi kebocoran besar.

“Upaya Pertamina untuk menggunakan aplikasi digital jadi jalan untuk menseleksi siapa-siapa saja yang berhak menerima BBM bersubsidi,"

"Tinggal impelementasi penggunaan aplikasi tersebut yang kini harus bisa disiapkan dan dieksekusi dengan baik,” katanya di Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Baca juga: Komnas HAM Kesulitan Ungkap Kasus Kematian Brigadir J: Yang Bilang Mudah, Dia Tak Tahu Persoalannya

Menurut Josua, akselerasi penerapan aplikasi bagi masyarakat dapat mengatasi hal ini, karena aplikasi dapat secara tepat mengatur jumlah konsumsi bagi masing-masing konsumen.

“Tidak seperti kuota yang cenderung masyarakat mampu dapat membeli Pertalite lebih banyak karena memiliki daya beli yang lebih besar," ungkap Josua.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro, menyatakan prediksi habisnya kuota BBM bersubsidi, terutama pada Pertalite memang wajar terjadi.

Peningkatan konsumsi Pertalite tahun ini makin menjadi seiring dengan hilangnya Premium dari pasaran.

Baca juga: Pentingnya Mendaftar di Website MyPertamina, Cara Agar Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Berdasarkan kalkulasi yang dilakukan Reforminer Institute, kebutuhan normal Premium adalah kisaran 28-30 juta Kiloliter (KL). Hal tersebut karena sebelum adanya program penghapusan Premium konsumsi Pertalite sudah 22 juta KL.

Sementara konsumsi Premium Status terakhir sekitar 6-8 juta KL.

"Jadi wajar kalo 23 juta Kl maksimal hanya sampai Agustus atau September 2022 karena itu menjadi penting agar ada pengaturan tepat sasaran," kata Komaidi.

Jika memang pengaturan tepat sasaran tersebut tidak dilakukan, lanjut Komaidi, pemerintah harus bergerak cepat memastikan ketersediaan kuota BBM. Namun itu tentu tidak mudah lantaran masih harus dibicarakan lagi dengan berbagai pihak terutama parlemen.

Baca juga: Kerajaan Arab Saudi Habiskan Dana Rp 100 Miliar untuk Kain Kiswah Kabah yang Diganti Setahun Sekali

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved