Ini Lho Alasan Kenapa Dukun Sering Disebut Orang Pintar, Pakar UNS Solo Beri Penjelasan
Sri Hilmi Pujihartati menyebut penyematan julukan orang pintar pada dukun lantaran dianggap mampu mengatasi segala masalah.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Pakar antropologi UNS Nurhadi secara terpisah menuturkan, sebutan orang pintar pada dukun merupakan bentuk penghalusan dari istilah asli.
Pasalnya, di masyarakat modern, istilah dukun cenderung memiliki konotasi yang kurang baik.
"Dianggap orang yang pergi ke dukun itu orang yang tidak maju, masih kolot, atau masih percaya takhayul," ujar Nurhadi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/8/2022).
"Sehingga ketika ditanya mau ke mana kamu, dia jawab mau ke orang pintar," imbuh dia.
Meski demikian, menurutnya, penyebutan pintar juga menimbulkan persoalan karena bersifat kualitatif.
"Ini juga menjadi persoalan karena istilah pintar itu kualiatif dan tidak dapat diukur dengan cara-cara yang obyektif," kata dia.
Hal tersebut serupa dengan praktik perdukunan yang bersifat kualitatif dan tak dapat dibuktikan secara ilmiah.
Dukun bagian dari masyarakat
Nurhadi mengatakan, perdukunan merupakan bagian dari masyarakat yang sudah ada sejak lama.
Dukun di masa lalu dipandang sebagai sosok yang dapat mengatasi masalah dalam masyarakat.
Contohnya, masyarakat tradisional yang mengalami demam sementara pelayanan medis masih belum memadai.
Oleh karena itu, masyarakat akan mencari bantuan kepada orang yang dianggap memiliki kelebihan dibanding lainnya, yakni dukun.
"Itu terjadi dalam masyarakat yang masih kurang dalam hal yang sifatnya scientific," ungkap Nurhadi.
Keberadaan dukun di masa modern
Nurhadi menyampaikan, saat ini keberadaan dukun tetap eksis karena sebagian masyarakat masih menjadikan mereka sebagai sandaran untuk mengatasi masalah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-dukun.jpg)