Berita Solo Terbaru
Alasan Gibran Copot dan Buang Masker Anggota Paspampers yang Pukul Warganya : Tidak Merasa Bersalah
Gibran menegaskan pencopotan paksa masker kepada Paspampres yang memukul warganya dikarenakan yang bersangkutan tak merasa bersalah atas kelakuannya
Penulis: Tara Wahyu Nor Vitriani | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Jaga Wibawa Korban
Cara Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mencopot masker yang digunakan oleh anggota Paspampres yang memukul sopir truk di Kota Solo menuai pro dan kontra.
Bahkan aksinya tersebut sempat menjadi trending topik di Twitter.
Tak sedikit warganet yang menilai bahwa cara Gibran tersebut kurang sopan.
Menanggapi hal tersebut, putra sulung Presiden Joko Widodo itu mengaku bahwa ia menjaga wibawa dari warganya.
"Yang saja jaga wibawa korban, wes jelas jawabanku," kata Gibran.
Dirinya menegaskan bahwa anggota Paspampres yang bernama Hari Misbah itu terbukti telah melakukan pemukulan.
Serta pelaku melanggar lalu lintas karena menerobos lampu merah. Dimana saat kejadian dirinya sedang tidak bertugas.
"Cetho-cetho (jelas-jelas) diantemi iseh dibelani (dipukul masih dibela)," ungkapnya.
Baca juga: Kata Mantan Panglima TNI Moeldoko, Ada Anggota Paspampres Pukul Sopir Truk hingga Bikin Gibran Marah
Sebagai kepala daerah, Gibran menegaskan bahwa wibawa rakyat tertinggi.
"Iya memang, wes jelas jawabanku apa lagi mau menyanggah?," tuturnya.
Mengenai sanksi yang telah diberikan oleh Komandan Paspampres, Gibran enggan mengomentari.
Ditanya apakah memaafkan pelaku, Gibran mengaku itu tergantung dari warganya.
"Tanya Komandan saja, yaudah. Itu urusan Komandan, enggak ada peringatan apa-apa, (Memaafkan) tergantung warganya," tuturnya.
Gibran Mengaku Malu