Berita Solo Terbaru

Mahasiswa UNS Solo Ajarkan Pendidikan Seks pada Anak : Antisipasi Kasus Pelecehan Seksual 

Pendidikan seks sejak dini dirasa penting untuk pertahanan dari hal yang tidak diinginkan. Mahasiswa UNS memberikan pemahaman pada anak terkait seks.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Salah satu mahasiswa UNS saat memberikan materi kepada Santri TPA Rusunawa Jurug, Rabu (24/8/2022). 

Laporan wartawan Tribunsolo.com, Eka Fitriani 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Sebanyak 4 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) mengajarkan pendidikan seksual kepada anak-anak.

Kegiatan tersebut merupakan program dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

PKM-PM diadakan di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jurug tepatnya Taman Pendidikan Alquran (TPA) Rusunawa Jurug selama Agustus 2022.

Terdapat sekitar 32 anak-anak mulai jenjang SD-SMP mengikuti kegiatan tersebut.

Pihak mahasiswa terdiri dari Hasna Azzahra, Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Sekar Nur Hanifah dari Prodi Pendidikan Biologi, Siti Aeniah dari Prodi Pendidikan Biologi, dan Reyhan Fadilla dari Prodi Desain Komunikasi Visual tersebut membawa komik sebagai alat ajar.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk mengenalkan anak-anak terkait organ tubuhnya masing-masing,” kata Ketua Tim, Hasna Azzahra, Rabu (24/8/2022).

Baca juga: Mahasiswa Baru UNS Pecahkan Rekor Muri : Warnai Kain Sepanjang 3.300 Meter

“Kami juga beri pengetahuan kepada anak-anak ini, bahwa alat reproduksi tubuh tidak sembarangan dapat dipegang oleh orang lain,” katanya.

Hasna membeberkan kegiatan tersebut dilakukan dengan waktu pembelajaran 2 kali seminggu yakni Minggu pukul 9 pagi dan Senin pukul 4 sore.

Hasna berharap kegiatan tersebut dapat mendukung kualitas pendidikan dan literasi anak-anak terkait organ reproduksi.

“Apalagi mengingat di masyarakat, membahas hal-hal berbau seksual masih tabu.” Katanya.

“Padahal anak-anak harus tahu, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat ada banyak kasus pelecehan saat ini yang korbannya anak-anak,” katanya.

Kasus pelecehan tersebut terjadi karena sejak dini, anak-anak tidak dikenalkan konsep seksual.

Mulai dari mengenal alat reproduksi hingga bagian tubuh yang tidak boleh dipegang.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved