Viral

Viral Jasa SS iPhone Bisa Bikin Kelihatan Punya iPhone Terbaru, Pengamat Ingatkan Bahayanya

Peminat jasa ss iPhone sebagaian besar adalah orang-orang yang tak memiliki iPhone, tapi ingin terlihat memiliki iPhone di media sosial.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto
Ilustrasi jasa ss iPhone yang ditawarkan lewat Twitter. 

TRIBUNSOLO.COM -- Jagat maya Indonesia diramaikan tren yang tidak biasa, yakni jasa screenshot (ss) iPhone.

Jasa screenshot iPhone itu dipromosikan lewat media sosial.

Uniknya, meski terbilang tak lazim, tren membeli screenshot (ss) iPhone ini tampak laku dan cukup banyak peminatnya.

Baca juga: Kronologi Remaja 14 Tahun Nekat Curi Uang Rp 61 Juta Milik Kakak, Demi Belikan iPhone untuk Pacar

Peminat jasa ss iPhone sebagaian besar adalah orang-orang yang tak memiliki iPhone, tapi ingin terlihat memiliki iPhone di media sosial.

Melihat peluang bisnis menjanjikan, pengguna internet yang memiliki iPhone pun terlihat berbondong-bondong membuka dan menawarkan jasa ss iPhone lewat TikTok, Twitter, bahkan Telegram.

Sesuai namanya, jasa ss iPhone menawarkan tangkapan layar dari ponsel iPhone untuk dijual kepada konsumen.

Pilihan tangkapan layar yang banyak diminati meliputi screenshot profil Instagram, direct message Instagram, Spotify, saluran YouTube boyband/girlband Kpop favorit, fake chat (chat palsu), dan lainnya.

Baca juga: Remaja di Bengkulu Nekat Curi Uang Rp61 Juta Milik Kakak, Demi Belikan Hadiah iPhone 11 Pacarnya

Harga yang ditawarkan untuk jasa ss iPhone ini terlihat bervariasi, tergantung penjual dan permintaan pelanggan.

Jasa screenshot iPhone ini ditawarkan dengan harga cukup terjangkau, yakni paling murah Rp 100 hingga Rp 5.000 untuk sekali screenshot.

Saat menawarkan jasa ss iPhone, penyedia jasa bakal menyebutkan model iPhone yang digunakannya.

Lantaran, ukuran gambar hasil screenshot bisa berbeda-beda untuk masing-masing model.

Baca juga: Intip Keseruan Panjat Pinang di Rowo Jombor Klaten : Dilakukan di Atas Air, Berhadiah Motor & iPhone

Adapun odel iPhone yang digunakan terlihat beragam mulai dari iPhone 7, iPhone 8, iPhone X, iPhone XR, iPhone 12 series, hingga iPhone 13 series.

Penyedia jasa menjanjikan konsumen bisa mendapatkan hasil screenshot dengan font iPhone yang estetik, bisa memilih tampilan light mode/dark mode, dan memiliki ss dengan tampilan antarmuka khas iPhone.

Selain itu, penawar jasa SS iPhone juga menawarkan jasa lainnya, seperti jasa perekaman layar (screen recorder), jasa repost Instagram story, hingga nge-tweet via iPhone.

iPhone 13 Series. Seri ini menjadi ponsel terlaris Apple selama April 2022.
iPhone 13 Series. Seri ini menjadi ponsel terlaris Apple selama April 2022. (CNET via KOMPAS.com)

Sistem order

Untuk prosedurnya, penyedia jasa mengharuskan kliennya untuk memberikan informasi login akun, kemungkinan berupa e-mail, username, dan password bila ingin menggunakan layanan ss percakapan di DM Instagram atau media sosial lainnya, repost Instagram story, hingga nge-tweet via iPhone.

Para penyedia jasa menyebut mereka akan langsung keluar (logout) dari akun kliennya, begitu screenshot selesai dilakukan.

Sejumlah penyedia jasa bahkan mengeklaim bahwa informasi akun pengguna "100 persen" bahkan "1000 persen" aman.

Bahaya yang mengintai di balik jasa ss iPhone

Melihat fenomena ini, pengamat media sosial sekaligus CEO Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria memberikan tanggapannya.

Hariqo menyebut,  fenomena jasa ss iPhone ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Indonesia masih mengagung-agungkan iPhone.

"Iya bisa dibilang sebagian pengguna media sosial masih mengagungkan iPhone sampai rela memakai jasa ss iPhone. Mereka mengutamakan gayanya, dan lebih ingin terlihat keren," kata Hariqo saat dihubungi KompaTekno, Rabu (24/8/2022).

Dia tak memungkiri, iPhone selama ini memang memiliki citra yang prestisius, mahal, dan mewah.

Sehingga, agaknya ikut berpengaruh ke citra pemiliknya.

Meski demikian, Hariqo mengatakan, tren ss iPhone yang viral seperti saat ini, apalagi hingga memberikan informasi akun media sosial ke orang tak dikenal dengan sengaja dan sadar, adalah sebuah pola pikir yang salah.

Menurutnya, pola pikir yang salah ini juga dipengaruhi oleh paparan literasi digital yang belum tepat.

"Ini menunjukkan bahwa literasi digital yang diadakan oleh Pemerintah/Kominfo itu perlu dievaluasi. Karena mengapa orang masih mengutamakan gengsi ketimbang keamanan?" kata Hariqo.

Lantaran, digital security (keamanan digital) adalah pilar utama dalam literasi digital.

"Hal pokok yang disampaikan di pilar keamanan digital itu adalah tidak memberikan password dan e-mail kepada siapapun," lanjut Hariqo.

Artinya, ketika ada pengguna media sosial yang masih memberikan informasi akunnya ke orang lain, mereka belum memahami pentingnya keamanan digital.

Hariqo mengatakan, bila pengguna memberikan informasi akunnya, misalnya untuk menggunakan jasa ss iPhone yang sedang ramai, itu artinya pengguna sudah membuka peluang kejahatan bagi dirinya sendiri.

"Peluang kejahatan yang muncul mulai dari akun di-hack hingga serangan phising," kata Hariqo.

Phising adalah sebuah upaya menjebak korban untuk mencuri informasi pribadi, seperti nomor rekening bank, kata sandi, dan nomor kartu kredit.

Aksi phising bisa dilancarkan melalui berbagai media seperti e-mail, media sosial, panggilan telepon, dan SMS, atau teknik rekayasa sosial dengan memanipulasi psikologis korban. 

Namun, Hariqo mengatakan, penggunaan jasa ss iPhone untuk hal-hal lain yang tidak mengharuskan memberikan informasi akun, masih dapat dimaklumi.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved