Virus Cacar Monyet

Epidemiolog Imbau Waspada, Cacar Monyet di Indonesia Cenderung Tak Bergejala, Bahaya bagi Komorbid

enis virus tersebut berasal dari Afrika Barat yang gejalanya lebih ringan dibanding jenis Afrika Tengah, Clade I atau Kongo, Basin Clade.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews
Monkeypox atau cacar monyet 

TRIBUNSOLO.COM --  Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menjelaskan jika jenis virus cacar monyet yang menyebar ke dunia, termasuk Indonesia adalah Clade IIb lineage B.1.

Jenis virus tersebut berasal dari Afrika Barat yang gejalanya lebih ringan dibanding jenis Afrika Tengah, Clade I atau Kongo, Basin Clade.

Untuk diketahui, penyebaran (outbreak) yang terjadi di dunia saat ini didominasi oleh varian Clade IIb. 

Baca juga: Pasien Cacar Monyet di Amerika Serikat Meninggal, Jadi Kasus Kematian Pertama Akibat Monkeypox

Sementara itu, Clade IIb merupakan sub varian Clade II.

"Saat ini di dunia termasuk di Indonesia, di negara tetangga kita, yang tersebar umumnya Clade IIb yang menjadi dominan kasusnya. Nah, umumnya Clade IIB gejalanya secara umum hanya beberapa gejala atau enggak ada gejala," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/9/2022).

Dicky mengatakan, gejala yang umum akibat terinfeksi cacar monyet atau Clade IIb adalah demam, pembesaran kelenjar getah bening, dan muncul ruam atau lesi di permukaan kulit.

Gejala yang lebih parah dari varian ini biasanya terjadi jika sudah menimpa pemilik komorbid yang ditandai dengan pendarahan anus, diare, hingga infeksi di saluran kemih.

Baca juga: Pria Ini Jadi Pasien Pertama Terinfeksi 3 Penyakit Berat: Positif Covid-19,Cacar Monyet dan HIV/AIDS

"Tapi secara umum, (varian) Clade IIb ini terjadi tanpa gejala. Clade I itu yang dikenal paling parah sebetulnya dengan angka kematian yang juga lebih tinggi," ucap Dicky.

Meski demikian, Dicky mengingatkan, penderita cacar monyet tanpa gejala bukan berarti tidak menular.

Varian ini tetap menular jika terjadi kontak langsung dengan penderita.

Ia pun mengimbau agar masyarakat meningkatkan pemeriksaan dan pelacakan (testing and tracing) demi mitigasi penularan.

Baca juga: DKK Belum Temukan Kasus Cacar Monyet di Solo, Singgung Perbedaan dengan Cacar Air: Ruam Lebih Besar 

Setelah itu, dilakukan upaya vaksinasi cincin atau vaksinasi terhadap orang yang memiliki kontak erat.

"Artinya tetap mitigasi dalam bentuk testing, isolasi karantina, kemudian vaksinasi cincin Karena kita harus mencegah supaya (cacar monyet) ini tidak menular ke kelompok berisiko tadi, populasi umum, apalagi kalau menularkan ke ibu hamil atau anak," sebut Dicky.

Beberapa waktu lalu, cacar monyet sudah masuk ke Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved