Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo Terbaru

Dirikan Sekolah Khusus Olahraga di Solo, Gibran: Tunggu Izin Pemprov Jateng untuk yang SMA

Pemkot Solo saat ini masih menunggu kabar dari Pemprov Jateng untuk izin membangun SMA untuk Sekolah Khusus Olahraga. Sekolah itu mulai SD - SMA.

Penulis: Tara Wahyu Nor Vitriani | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tara Wahyu Noor Vitriani
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming ditemui di Balai Kota, Senin (4/7/2022). Gibran bakal membangu SKO di Solo mulai SD - SMA. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rencana Sekolah Khusus Olahraga (SKO) di Kota Solo masih menunggu kabar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. 

Hal itu terkait izin untuk sekalian membuat SMA di kawasan Ngarsopuro, Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, nantinya SKO tidak hanya SD - SMP saja. 

Namun, dirinya ingin sekaligus ada SMA untuk sekolah tersebut.

Rencananya, sekolah tersebut akan berada di kawasan Ngarsopuro atau berada di bekas gedung SMP Negeri 5 Surakarta. 

"Iya rencana SKO di Ngarsopuro, yang di depan triwindu SMPN 5," Kata Gibran. 

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu menjelaskan, SKO dibangun mulai dari sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Untuk SMA, suami dari Selvi Ananda itu mengaku menunggu persetujuan dari Dinas Pendidikan Provinsi. 

Sampai saat ini, ia mengaku masih menunggu kabar dari dinas pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

"Besok dibangun dari SD sampai SMA. Tinggal persetujuan SMA boleh enggak kita ambil sekalian disitu," jelasnya.

Baca juga: Baim Wong Datangi Bocah Karanganyar yang Viral Rambutnya Penuh Kutu, Sekolah Penuh Warga Sejak Pagi

Lebih lanjut, Sekolah Khusus Olahraga ini akan menjadi Sekolah pertama yang berdiri di Jawa Tengah. 

Gibran mengaku selama ini di Kota Solo sudah ada kelas khusus Olahraga yakni di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 4 Surakarta.

"Iya (sekolah pertama), Soal e seperti sekarang bocah-bocahe di SMP 1 terus lanjut SMA 4 kui rodo (itu agak) percuma. Makane ini harus dibuat dari kecil sampai dewasa," terangnya.

Gibran mengaku, terkait rencana tersebut sudah dikaji sejak tahun lalu.

Menurutnya, dengan berdirinya Sekolah Khusus Olahraga ini bisa menjadi wadah untuk membina anak-anak dan menciptakan para atlet. 

"Kajianne sudah lengkap, kajian e sudah dari 2021, ditunggu aja. Upaya juga untuk atlet, paling penting dibina sejak kecil, Kalau sudah tua enggak bisa dibina," pungkasnya.  

Kebingungan Cari Sekolah

Tokoh Masyarakat Pajang, Laweyan, Solo Ir Heru Surayanto membeberkan bahwa masalah tak ada SMA/SMK Negeri di wilayahnya harusnya bisa menjadi perhatian pemerintah.

Sebab, persoalan ini sudah menjadi momok bagi orang tua setiap tahunnya. 

Mereka gelisah mencarikan sekolah untuk anaknya. Apalagi dengan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Baca juga: Daftar Ulang Hari Terakhir PPDB SMKN 8 Surakarta Diwarnai Kritikan Ortu Calon Siswa yang Tersingkir

“Kita kalau harapannya ya masalah SMA/SMK di Laweyan itu bisa terselesaikan,” katanya, Rabu (13/7/2022) siang.

“Ya segeralah dibikinkan sekolah di wilayah kami, jadi tidak ada lagi kasus kesusahan setiap PPDB,” ujarnya.

“Biar tidak menjadi momok tahunan bagi kami sebagai pengurus,” katanya.

Selama 3 tahun terakhir, siswa SMP di kelurahan Pajang Kecamatan Laweyan kebingungan mendapatkan sekolah SMA/SMK Negeri.

Dia memaparkan, di tahun ajaran 2022/2023 ini ada 14 siswa asal wilayahnya yang tidak masuk zonasi. 

Namun, 13 siswa dari jumlah tersebut kini sudah mendapatkan sekolah. 

Hanya satu siswa yang masih kebingungan mencari sekolah. 

Heru mengaku, selama ini dirinya yang sering membantu para siswa yang tak masuk zonasi itu untuk mencari sekolah. 

“Saya selama ini yang memfasilitasi siswa ini untuk mendapatkan sekolah,” katanya.

“Niatnya membantu memang agar mereka bisa segera bersekolah,” tegasnya.

Siswa SMP yang tidak mendapatkan sekolah kebanyakan lari ke sekolah swasta seperti ke SMA BATIK I, SMK jaya Wisata dan Santo Paulus.

“Jika siswa berasal keluarga mampu bisa ke swasta, kalau tidak mampu?,” katanya.

Heru membeberkan masalah sekolah negeri ini tentunya menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat sekitar.

“Semoga tidak ada lagi siswa kebingungan sekolah nantinya, harapannya pemerintah segera bertindak,” katanya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved