Berita Sukoharjo Terbaru

MALIMPA UMS Bakal Mendaki Gunung Chimborazo: 6.268 Mdpl, Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak

Malimpa UMS akan melakukan pendakian di gunung tertinggi dunia kawasan Amerika Latin. Mereka akan mengibarkan merah putih di sana.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Ryantono Puji Santoso
Istimewa
Anggota MALIMPA UMS saat berfoto di gunung Merbabu. 

Laporan wartawan Tribunsolo.com, Eka Fitriani 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Semarakan Muktamar Muhammadiyah ke- 48, tim Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (MALIMPA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Indonesia Expedition (MUIE) akan mencoba menaklukan gunung tertinggi dunia kawasan Amerika Latin yakni Gunung Chimborazo Ekuador.

Sebelumnya, ekspedisi tersebut rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2020 lalu.

Namun, karena pandemi covid-19 sehingga program ini ditunda.

“Setelah menghadapi berbagai dinamika dari perubahan jadwal hingga perombakan anggota, tim ekspedisi akan berangkat pada bulan Oktober 2022,” kata Steering Commitee MUIE, Iqbal Nurii Anam, Senin (5/9/2022) siang.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa titik tertinggi di bumi bukanlah pegunungan Himalaya, melainkan puncak dari gunung Chimborazo, Ekuador.

Gunung Chimborazo sendiri terletak di Ekuador dengan ketinggian 6268 mdpl berbeda sedikit dari gunung Everest, namun memiliki perbedaan Chimborazo menjadi yang tertinggi di atas pusat bumi.

Baca juga: Mendaki untuk Antar Pesanan, Kisah Kurir Bawa Pesanan Pizza ke Puncak Gunung: Ongkir Rp 4,3 Juta

“Hal ini karena bumi memiliki poros bulat, Chimborazo berada satu derajat sebelah selatan khatulistiwa bumi dengan jarak 6384 km dari pusat bumi atau sekitar 2 km lebih jauh dari pusat bumi dibandingkan dengan Gunung Everest,” katanya.

Tidak hanya mendaki gunung, tim MUIE yang memiliki latar belakang akademisi muda akan melakukan studi etika dan kebiasaan berbusana masyarakat Ekuador dalam perspektif islam.

Selain itu tim juga turut memprosikan potensi seni, budaya dan pariwisata Nusantara melalui beberapa program yang akan dilaksanakan di Ekuador, serta mengkampanyekan zero waste adventure.

“Karena penjelajahan ini tidak sebatas eksplorasi alam tanpa memperhatikan keberlangsungan lingkungan hidup dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai,” ujarnya.

Iqbal membeberkan bahwa pengalaman penjelajahan Nusantara dan Internasional sebelumnya juga telah sukses digelar sebelumnya, diantaranya Ekspedisi Sumatera, Ekspedisi Meratus, Ekspedisi Muda Binaiya Maluku, Ekspedisi Khuiten Mongolia 2018, Ekspedisi Quarles Gandang Dewata 2022.

“Melalui MUIE ini, MALIMPA UMS kembali bertekad menggelar ekspedisi bertaraf internasional yang akan mengibarkan merah putih untuk pertama kalinya di atap dunia,” katanya.

“Guna mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia untuk dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya,” katanya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved