Berita Karanganyar Terbaru

Komentar Anggota DPRD Karanganyar Soal Siswa Nyaris Melahirkan di Sekolah: Efek Pergaulan Bebas

Anggota DPRD Karanganyar ikut buka suara soal adanya kasus Siswi SMA nyaris melahirkan di Sekolah. Dia berpendapat ini akibat pergaulan bebas.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Anggota DPRD Karanganyar Endang Muryani. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Peristiwa siswi SMA di Kecamatan Jumapolo mengalami kontraksi saat olahraga, lalu esoknya dibawa dan melahirkan di rumah sakit menjadi sorotan salah satu anggota DPRD Karanganyar.

Anggota Komisi D DPRD Karanganyar Endang Muryani  mengaku prihatin atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Ini merupakan efek dari pergaulan bebas, dan ini bisa terjadi mungkin karena anak yang salah pergaulan, bebasnya pengetahuan dan informasi dari media sosial baik berupa pornografi dan seks bebas," ucap Endang, kepada TribunSolo.com,  Jum'at (9/9/2022).

Endang mengatakan minimnya pendidikan keagamaan hingga pengawasan dari orang tua dan sekolah yang kurang menjadi faktor penyebab fenomena tersebut.

Dia menjelaskan peristiwa yang terjadi di SMA Karanganyar ini, merupakan tanggung jawab semua pihak.

"Sebenarnya saya tidak setuju ketika sekolah tidak ikut bertanggung jawab, mereka mempunyai andil dalam proses pendidikan baik, mulai dari pendidikan akhlak, agama, budi pekerti dan pembentukan kareakter anak," kata Endang.

Baca juga: Kronologi Siswi SMA Jumapolo Nyaris Melahirkan di Sekolah : Awalnya Perut Sakit, Ternyata Hamil Tua

Perempuan yang merupakan adik dari mantan Wakil Bupati Karanganyar Paryono ini mengatakan, pasca peristiwa tersebut, pihak sekolah harus mengambil pelajaran dan lebih maksimal lagi dalam pembelajaran serta pengawasan terhadap anak didiknya.

Dia meminta kepada semua warga masyarakat untuk lebih meningkatankan perhatian dan pengawasan kepada putra putrinya agar hal ini bisa dicegah.

"Sebagai contoh dengan peningkatan pendidikan agama baik di rumah, sekolah maupun dan lingkungan sekitar, dan yang tidak kalah pentingnya,  tingkatkan pengawasan terhadap perilaku putra-putrinya," kata dia.

Dinikahkan dengan Pacar

Kasus siswi SMA di Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar diselesaikan secara kekeluargaan dengan pihak laki-laki yang masih berstatus pelajar SMA.

Kedua pihak keluarga sepakat untuk mereka dinikahkan.

Kapolsek Jumapolo, AKP Hermawan mengatakan, usia mereka masih belum genap 19 tahun.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved