Polisi Tembak Polisi

Bharada E Sebut Dirinya yang Pertama Menembak Brigadir J, Ferdy Sambo Menembak Terakhir

Dalam pemeriksaan lie detector, Bharada E diperiksa soal posisi Bharada E mulai dari Magelang, Jawa Tengah hingga di lokasi penembakan Brigadir J.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Kolase Tribun Manado/HO/Instagram
Foto almarhum Brihadir J, Irjen Pol Ferdy Sambo, dan diduga Bharada E. Keluarga Brigadir J ungkap sosok Bharada E. 

TRIBUNSOLO.COM - Bharada Richard Eliezer alias Bharada E mengungkapkan, Ferdy Sambo juga ikut menembak Brigadir Yousa, di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Hal ini sekaligus mengubah keterangan awal soal skenario Ferdy Sambo.

Bharada E sendiri saat ini sudah mencabut keterangan awal dan mengubah keterangan dengan sejujur-jujurya. 

Kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy menyebut awalnya kliennya diperiksa menggunakan alat lie detector alias pendeteksi kebohongan.

Baca juga: Ahmad Sahroni Dulu Akrab dengan Ferdy Sambo, Sebut Sambo Berubah Sejak Naik Pangkat: Nggak Friendly

"Karena klien saya dari sebulan yang lalu sudah di tes lie detector setelah ada perubahan. Klien saya sudah jujur fokusnya bagaimana sekarang pemberkasannya cepat, supaya kita bisa fight di pengadilan," kata Ronny saat dihubungi, Sabtu (10/9/2022).

Dalam pemeriksaan lie detector, Bharada E diperiksa soal posisi Bharada E mulai dari Magelang, Jawa Tengah hingga di lokasi penembakan Brigadir J.

Dalam pemeriksaan itu, kata Ronny, ada hal krusial yang diungkapkan oleh kliennya.

Hal itu adalah soal Ferdy Sambo yang juga menembak Brigadir J.

"Lie detector yang ditanyakan ke klien saya terkait dengan peristiwa di Duren Tiga salah satu poin krusial adalah siapa saja yang menembak J,"

"Klien saya menjawab saya pertama dan FS yang menembak terakhir," ucapnya.

Baca juga: Bayi di Sumatera Selatan Diberi Nama Perdi Sambo, Sang Ayah Berharap Kelak Anaknya Jadi Jenderal

Untuk itu, Ronny melanjutkan, kliennya mencabut keterangan awal dan dilakukan pemeriksaan ulang sebagai tersangka pada Kamis (8/9/2022) kemarin.

"Pencabutan beberapa point keterangan di BAP yg awal karena ada keterangan yang tidak benar (skenario FS). Masih ada keterangan yg masih pakai skenario awal (FS) makanya kita cabut," ungkapnya.

Bharada E panik dan ketakutan

Saking takutnya, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E disebut sempat berdoa sebelum melaksanakan perintah Irjen Ferdy Sambo menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved