Berita Solo Terbaru

Inilah Bagong, Sosok Pembuat Jembatan Sasak di Bengawan Solo : Modalnya Tembus Rp 20 Juta

Di balik berdirinya jembatan sasak dari bambu yang berada di Bengawan Solo ada sosok Sugiyono alias Bagong.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Pengendara melintas di jembatan sesek yang menghubungkan Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, dengan Kampung Beton, Kelurahan Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Minggu (11/9/2022). Pembuatnya adalah Bagong. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Di balik berdirinya jembatan sasak dari bambu yang berada di Bengawan Solo ada sosok Sugiyono alias Bagong.

Pria 78 tahun itu membuat jembatan yang menghubungkan Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, dengan Kampung Beton, Kelurahan Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Solo.

Bagong merupakan seorang penyedia jasa penyeberangan sungai Bengawan Solo.

"Sejak tahun 1978, saya sudah megang perahu," ungkap Bagong, kepada TribunSolo.com, Minggu (11/9/2022).

Bagong mengaku kegiatan tersebut telah dilakukan sudah sejak lama, tepatnya sejak masa kakeknya dulu.

Dia menuturkan, hanya meneruskan apa yang sudah dikerjakan oleh keluarganya dulu.

"Itu sudah ada lama, sejak dari mbah-mbah saya dulu," ungkap Bagong.

Dia menjelaskan pihaknya menbuat jembatan sederhana itu karena volume air sungai kecil.

Oleh karena itu, dirinya tak bisa melakukan aktivitasnya sebagai penyedia jasa penyebrangan sungai tersebut.

Baca juga: Tebing Setinggi Puluhan Meter di Karanganyar Longsor : Timpa Sawah, Beruntung di Bawah Tak Ada Orang

Baca juga: Sat Set! Kaesang Pangarep Mantap Nikahi Erina Gudono, Hubungan Keduanya Mencuat pada Awal Juni 2022

"Karena sungai menjadi kecil, sehingga kapal saya tak bisa bergerak, jadi saya buat jembatan, setiap tahun ada," tutur Bagong.

Lanjut, katanya panjang dari jembatan yang sederhana itu sekira 70 meter.

Dia mengaku biaya yang dikeluarkan untuk membuat jembatan tersebut sekira Rp 20 Juta.

"Saya bikin selama 2 minggu, dengan biaya puluhan juta rupiah," ujar Bagong.

Dia mengatakan pihaknya juga membangun dua pos yang berada di Desa Gadingan, maupun di Kelurahan Kampung Sewu.

Lanjut, katany loket tersebut dibangun agar masyarakat yang melintasi jembatan tersebut dapat memberikan uang sukarela, minimal Rp 2 ribu per motor.

"Saya hanya ingin menolong masyarakat daripada mutar jalan, maka saya buat jembatan ini, jembatan ini khusus pengendara sepeda motor," pungkas Bagong. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved