Aksi Solidaritas Ojol
Info Demo di Solo Hari ini : Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Lanjutan di Depan DPRD Solo
Para peserta sepakat mengenakan almamater masing-masing dan akan segera mundur jika situasi mulai tidak kondusif.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Aksi lanjutan terkait tragedi Rantis Brimob akan kembali digelar di depan Gedung DPRD Kota Surakarta pada Senin (1/9/2025).
Presiden BEM Universitas Sebelas Maret (UNS), Muhammad Faiz Zuhdi, menyatakan bahwa UNS akan menjadi salah satu elemen utama dalam aksi tersebut, bersama sekitar 800 peserta dari berbagai kampus dan organisasi mahasiswa.
“Mungkin sekitar 8 ratusan. Kalau kita tetapkan pakai almamater. Kalau memang nanti saat aksi massa ada yang ricuh ada yang tidak sesuai rencana kita langsung mundur,” ujar Faiz.
Selain UNS, kampus lain seperti Universitas Surakarta (Unsa), Universitas Slamet Riyadi (Unisri), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berpartisipasi.
Organisasi eksternal mahasiswa seperti PMII, HMI, dan IMM juga menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam aksi damai ini.
Para peserta aksi telah sepakat mengenakan almamater masing-masing sebagai identitas, sekaligus sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kericuhan.
Jika situasi mulai tidak kondusif, mereka akan segera mundur dari lokasi.
Lokasi Gedung DPRD Solo Jadi Titik Aksi
Gedung DPRD Kota Surakarta berlokasi di Jl. Adi Sucipto No.143A, Karangasem, Laweyan, Solo, Jawa Tengah.
Lokasi ini berada di jalur utama yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan pendidikan dan pemerintahan, sehingga mudah diakses oleh massa aksi dari berbagai arah.
Gedung DPRD Surakarta kerap menjadi pusat penyampaian aspirasi publik, termasuk demonstrasi mahasiswa dan audiensi masyarakat. Keberadaannya yang strategis menjadikannya titik ideal untuk aksi massa yang terkoordinasi.
TNI dan Polri Imbau Aksi Mahasiswa Tetap Kondusif
Komandan Kodim 0735/Surakarta, Letkol Inf Fictor J. Situmorang, menegaskan bahwa pemerintah bersama TNI dan Polri mendukung penyampaian aspirasi selama dilakukan secara tertib dan sesuai aturan.
“Pada prinsipnya Pemerintah Kota Surakarta memberikan izin kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat atau pun unjuk rasa untuk tetap bisa melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik dengan norma yang ada dipatuhi semua aturannya,” tutur Fictor.
| Botok Kawal Sidang Putusan Kasus Kerusuhan Solo, Bantah Cari Panggung : Solidaritas Sesama Aktivis! |
|
|---|
| Di Bawah Guyuran Hujan, 3 Terdakwa Kasus Kerusuhan Solo Akhirnya Keluar Usai 5 Bulan Dipenjara |
|
|---|
| SOSOK Botok, Aktivis Pati yang Hadiri Sidang Putusan 3 Terdakwa Kasus Kerusuhan Solo, Sempat Orasi |
|
|---|
| Pesan 3 Terdakwa Kasus Kerusuhan Solo Pasca Divonis Bebas: Jangan Pernah Takut Menyuarakan Kebenaran |
|
|---|
| Ujung Kasus Kerusuhan Solo 2025 : Pelukan, Air Mata, dan Senyum Tak Tertahankan Ketiga Terdakwa |
|
|---|