Berita Solo Terbaru
Kisah Zulfa dan Angger Bangun Visa Cotton Batik: Bermula dari Bantal Bayi, Bakal Ekspor ke Paris
Kerja keras tidak mengkhianati hasil, seperti yang didapat suami istri pengusaha asal Solo ini. Kini usaha mereka merambah luar negeri.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bermula dari membuat bantal bayi motif batik, Zulfa Rahma Wati kemudian memberanikan diri untuk mengembangkan UMKM rintisannya, Visa Cotton Batik.
UMKM tersebut telah dirintis warga asal Mojosongo itu sejak tahun 2015 dengan dibantu suaminya, Angger.
"Sebenarnya, Visa Cotton Batik itu muncul berkat kelahiran anak pertama saya," terang Angger.
"Dari situ, istri kemudian coba membuat bantal buat bayi," tambahnya.
Bantal bayi tersebut sedianya memanfaatkan kain-kain batik yang dijual banyak di pasaran.
Zulfa dan suami memanfaatkan kain tersebut lebih kurang 4 tahun sebelum akhirnya muncul ide untuk membuat motif sendiri.
Mereka kemudian terpikir untuk memvisualisasikan beberapa lagu daerah, termasuk tembang dolanan.
Itu sekaligus sebagai salah satu upaya yang dilakukan Zulfa dan Angger dalam mengenalkan dan melestarikan lagu daerah dalam media kain.
"Kita coba buat motif dengan latar belakang lagu daerah yang banyak filosofinya," kata dia.
Zulfa kemudian coba memaksimalkan kemampuan gambar yang dimilikinya.
Terlebih, dia merupakan salah seorang pengajar di sebuah akademi seni area Pabelan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo.
Baca juga: Dorong Lokal Persis Solo : 10 UMKM Asal Solo Raya Digembleng di Kampus Shopee, Bidik Pangsa Ekspor
Zulfa kemudian coba membuat sketch sebelum akhirnya digitalisasi untuk mempermudah proses pembentukan pola dalam cap batik.
"Untuk motif yang buat kita sendiri, kita visualisasikan dari lagu daerah. Gambarnya sederhana (namun) punya makna lebih," kata dia.
Lir-ilir, Bebek Adus Kali, dan Gundul Gundul Pacul menjadi beberapa lagu daerah yang menjadi sumber inspirasi Zulfa dan Angger.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Angger-menunjukkan-salah-satu-produk-sarung-batik.jpg)