Tragedi Kanjuruhan

Nasib Oknum Polisi di Balik Akun Twitter Polsek Srandakan, Kini Ditahan Usai Bikin Cuitan Tak Pantas

TH saat diperiksa, mengakui tak sadar dan tak sengaja dalam memberikan komentar menggunakan akun resmi Polres Srandakan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
surya.co.id
Kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang setelah laga Arema vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022), berujung tewasnya 127 orang. 

TRIBUNSOLO.COM, BANTUL -- Kini terungkap sosok di balik akun Twitter @PolsekSrandakan yang sempat menuliskan cuitan tak pantas soal tragedi Kanjuruhan.

Kepolisian Resor Bantul, DI Yogyakarta, sudah mengidentifikasi anggotanya yang mencuitkan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, lewat akun Twitter Kepolisian Sektor Srandakan, @PolsekSrandakan.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana menyebut, berdasarkan pendalaman yang dilakukan pihaknya bersama Tim Siber Kepolisan Daerah DI Yogyakarta terungkap adanya kelalaian yang dilakukan oleh personel Polsek Srandakan.

Baca juga: Viral Oknum TNI Tendang Suporter di Stadion Kanjuruhan, Jenderal Andika Perkasa Turun Tangan : Usut!

"Terhadap berapa personel polsek, khususnya admin dan anggota yang bisa mengakses akun tersebut, dapat diketahui bahwa benar ditemukan adanya kelalaian dari anggota," jelasnya dalam keterangan tertulis dikutip dari Kompas.com, Senin (3/10/2022).

Jeffry menjelaskan, anggota Polsek Srandakan yang melakukan kelalaian berinisial TH.

TH mengakui memberi komentar tak pantas tersebut dan mencuitnya di Twitter.

Oknum polisi itu memiliki akses ke akun tersebut karena sempat mengoperasikan akun Polsek Srandakan.

"Yang bersangkutan telah mengakui memberi komentar dengan menggunakan akun Polsek Srandakan," kata Jeffry.

TH saat diperiksa, mengakui tak sadar dan tak sengaja dalam memberikan komentar menggunakan akun resmi Polres Srandakan.

Baca juga: Doa Ratusan Suporter dari Karanganyar untuk Tragedi Kanjuruhan Malang, Nyalakan Lilin Bersama 

Jenderal Andika Perkasa Buru Oknum TNI yang Tendang Aremania

Viral di media sosial, video anggota TNI melakukan tendangan kungfu kepada seorang suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).

Tampak dalam video viral itu, pria berbaju hitam yang sedang berjalan di sisi lapangan, ditendang oleh seorang berseragam TNI.

Video itu pun menunjukkan adanya indikasi kekerasan aparat saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, salah satunya anggota TNI melakukan tendangan kungfu ke suporter, mendapat perhatian Komnas HAM.

Baca juga: LIB Menolak Arema vs Persebaya Digeser Sore Hari, PSSI Mengira Bakal Aman karena Bonek Tak Hadir

"Beberapa informasi yang memiliki kedekatan kepada satu fakta. Yang pertama, kekerasan memang terjadi, dari video beredar, ditendang, kena kungfu, di lapangan, semua orang bisa melihat itu," ujar Komisioner Penyelidikan atau Pemantauan Komnas HAM Choirul Anam dalam konferensi pers di kantor Arema FC, Malang, Senin (3/10/2022).

Halaman
12
Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved