Berita Klaten Terbaru
Kisah Mbah Warti di Klaten : Meski Sudah Senja Umurnya 77 Tahun, Masih Setia Menjual Bunga Tabur
Inilah langkah kaki Wartinten yang sudah menapaki usia 77 tahun tetapi masih semangat berjualan.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Wartinten masih semangat bekerja mencari pundi-pundi uang.
Padahal usianya sudah menapaki 77 tahun.
Meski sudah tua renta, Mbah Warti sapaan akrabnya masih setia menjual bunga tabur di Proliman Plaza Matahari, Kabupaten Klaten.
Dia selalu menunggu pembeli bunga tabur untuk ziarah dari siang hingga malam hari udara dingin menusuk tulang.
"Mpun (sudah) 30 tahun," kata dia kepada TribunSolo.com.
Selama puluhan tahun ini, peminat bunga tabur tak pernah sirna meski di tengah mondernisasi zaman.
Bahkan, tak hanya orang biasa, pembeli pakai mobil-mobil bagus juga menghampirinya.
Mereka membeli paket bunga seperti paket liman, kembang piton hingga untuk nyekar serta dupa.
"Pembeli banyak, paling banyak kembang untuk ziarah," ujar dia.
Bahkan kata dia, ada yang unik selama berjualan.
Di mana pelanggan yang mulai dari kalangan kelas atas hanya meminta 1 jenis kembang saja.
"Biasanya kalo yang beli orang kelas atas minta sejenis, misal mawar atau melati saja" tuturnya.
Baca juga: Kagetnya Warga Teras Boyolali, Sempat Diacuhkan Dikira Jantung Pisang, Ternyata Malah Bunga Bangkai
Baca juga: HUT Kopassus, Grup 2 Kopassus Ikuti Tradisi Tabur Bunga di TMP Solo: Tak Ada Makam yang Terlewat
Hanya saja selama ini, saat musim hujan kata dia, menjadi tantangan tersendiri.
Pasalnya bunga-bunga yang dipetik cepat layu, termasuk jarang panen imbas hujan.
"Tapi selalu ada, mboten kosong," aku dia.
Hasil berjualan selama ini lanjut Mbah Warti, dia bisa memasang dengan tenang.
Bunga yang dijual yakni mulai Rp 5 ribu hingga Rp 50 ribu.
"syukur masih bisa untuk memberi ke cucu," ucapnya. (*)