Berita Karanganyar Terbaru
Desa Pendem Karanganyar Jadi Percontohan Pembuatan EBT di Jateng,Kandang Hewan Dipasangi Alat Biogas
Sumber daya potensial dan minat masyarakat yang tinggi membuat Desa Pendem dijadikan percontohan desa dengan pemanfaatan EBT di Jawa Tengah
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar bakal dijadikan percontohan desa dengan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Jawa Tengah.
Pemanfaatan energi baru terbarukan di sana sebagai awal upaya warga di lereng Gunung Lawu itu dalam menghadapi resesi ekonomi dan krisis energi.
Kabid Minerba Cabang Dinas ESDM Pemprov Jateng, Agus Sugiharto mengatakan terdapat 200 lebih titik potensial pembuatan biogas dan pupuk organik di Desa Pendem.
"Masyarakat di Pendem sadar biogas, sudah saatnya semua sadar penggunaan energi baru dan terbarukan," ucap Agus kepada TribunSolo.com, Kamis (3/11/2022).
Agus mengatakan ada sekira 29 alat pembuatan biogas dan pupuk organik di rumah-rumah warga.
Baca juga: Polres Karanganyar Ikut Amankan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah, Atur Lalin Jalan Adi Sucipto
Dia menuturkan, saat ini, baru ada sekira 4 alat yang dipasang di beberapa titik di rumah warga.
Kemudian, ia menjelaskan alasan Desa Pendem dijadikan percontohan karena memiliki sumber daya potensial dan minat masyarakatnya bagus.
"Seluruh dunia mulai habis energi fosilnya, sedangkan ancaman tahun gelap 2023 akibat resesi harus disikapi serius, subsidi negara ini untuk energi capai Rp200 triliun, lama-lama bangkrut," ungkap Agus.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sumanto mengapresiasi kesadaran masyarakat terkait pentingnya energi baru terbarukan.
Kini, saatnya pemerintah bersama masyarakatnya memanfaatkan energi lingkungan yang terbarukan.
Sumanto menuturkan pemerintah mendukung penuh upaya membangun sistem green energi.
Baca juga: Daftar Lengkap Nomor Telepon Kapolres hingga Kapolsek di Kabupaten Karanganyar
"Dulu pembangunan sistemnya di komunal, sekarang mulai merambah tingkat rumah tangga, didorong untuk kesadaran sendiri agar mencukupi kebutuhan energi secara mandiri tanpa subsidi pemerintah," kata Manto.
Dia menjelaskan, wacana menggunakan energi baru yang terbarukan sudah lama diperkenalkan.
Namun, kata dia wacana tersebut tidak dianggap serius karena energi lain masih murah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Salah-satu-kandang-hewan-milik-warga-Desa-Pendem-dipasang-alat-pembuatan-Biogas.jpg)