Klaten Bersinar

Kadinkes Pastikan Kasus Covid-19 di Klaten Masih Terkendali : Belum Perlu Buka Isoter

Tribunsolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Cahyono Widodo saat ditemui TribunSolo.com, Senin (14/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo, memastikan kasus Covid-19 di Kabupaten Klaten masih terkendali.

Kasus aktif Covid-19 memang mengalami kenaikan, tapi dipastikan tak ada kekhawatiran yang diperlukan.

"Untuk kenaikan kasus yang terjadi dan setelah kita evaluasi akibat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif. Mereka sudah vaksin tapi soal sudah booster atau belum saya belum cek datanya," kata Cahyono, kepada TribunSolo.com, Senin (14/11/2022).

Adapun kasus aktif per Minggu (13/11/2022) berjumlah 123 kasus.

Baca juga: Dukung Penggunaan Jadi Kendaraan Dinas, Bupati Klaten Akui Penasaran Ingin Coba Mobil Listrik

Cahyono menjelaskan, untuk pasien yang terkonfirmasi positif rata-rata menjalani isolasi mandiri dan beberapa diantaranya dirawat di rumah sakit.

"Data kemarin ada 123 kasus aktif kita ya. Ini saya belum dapat sampel genome sequencingnya, jadi untuk variannya belum diketahui," katanya.

Saking masih terkendalinya, Cahyono memastikan belum diperlukannya untuk membuka isolasi terpusat (isoter).

"Ini kan kasusnya masih terkendali, belum buka isoter. Masih kita lihat ke depan. Kita sekarang levelnya masih PPKM level 1," ucapnya.

Demi mencegah hal yang tak diinginkan, Cahyono meminta warga terus menerapkan protokol kesehatan serta melakukan vaksinasi. 

Saat ini capaian vaksin dosis ketiga sudah tembus diatas 44 persen.

Baca juga: Bupati Klaten Resmi Tutup KBMKB ke-15 Desa Wonosari : Diharapkan Mampu Naikkan Kesejahteraan Warga

Oleh karena itu dirinya mengimbau kepada masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi dosis ketiga untuk segera melakukan vaksinasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jajang Prihono juga terus mengawal kasus Covid-19.

Salah satunya dengan meminta Dinas Kesehatan melakukan testing (pengetesan), tracing (penelusuran), dan tracking (pelacakan) dalam penanganan pandemi. 

Selain itu, Jajang juga menyoroti soal perubahan musim, yang membuat daya tahan tubuh masyarakat cenderung menurun.

Jajang mengimbau kepada warga untuk disiplin menerapkan prokes Covid-19 demi mengantisipasi lonjakan kasus.

"Untuk masyarakat yang sudah mulai abai terhadap penggunaan masker nanti akan kita dorong lagi agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan," tegasnya.

(*)