Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Bawa Berkah : Warga Punya Pekerjaan Baru, Kini Boleh Kelola Parkir
Para warga RW 13 Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo menerima berkah dari Kehadiran Masjid Raya Sheikh Zayed.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Para warga RW 13 Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo menerima berkah dari Kehadiran Masjid Raya Sheikh Zayed.
Mereka mendapat mata pencaharian baru.
Pasalnya, para warga RW 13 mendapat kesempatan untuk mengelola parkir yang ada di sisi timur masjid.
Tepatnya, di Jalan Mentawai I sisi utara dan timur.
Lahan parkir tersebut akan dikelola warga RT 2 sampai RT 7.
Ketua RT 02/ RW 13, Indrijati mengatakan pengelolaan lahan parkir tersebut juga sudah dirembuk bersama.
"(Lahan parkir) memang diberdayakan untuk warga," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (14/11/2022).
Baca juga: Kata Yenny Wahid soal Sheikh Zayed yang Tak Lupa Kepadanya : Pernah Bertemu di Kantornya Abu Dhabi
Baca juga: Cerita Khansa Murid SMP di Solo : Bangun Jam 4 Pagi, Senang Sambut Presiden Jokowi dan Sheikh Zayed
Adapun pengurus pengelolaan parkir juga sudah dilakukan warga RW 13 ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo.
"Tadi sudah keluar kartunya (surat izinnya)," ucap Indrijati.
Selain parkir, warga juga berencana menjual pernak-pernik yang berhubungan dengan Masjid Raya Sheikh Zayed.
Itu nantinya akan memanfaatkan lahan yang ada di rumah masing-masing.
Salah satunya menjual kaos dengan desain masjid yang baru saja diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed (MBZ) tersebut
Untuk diketahui, masjid hadiah Presiden UEA untuk Presiden Jokowi itu berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.
Pembangunan masjid itu mendekati dengan masjid aslinya yang berada di Abu Dhabi, UEA yang bisa menampung jemaah hingga 10.000 orang
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini berdiri gagah di lahan seluas 3,6 hektar yang merupakan bekas dari Depo Pertamina dengan menelan uang Rp 300 miliar.
Hanya saja, bangunan intinya diperkirakan hanya mampu menampung 4 ribuan orang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Penampakan-Masjid-Raya-Sheikh-Zayed-Al-Nahyan-usai-diresmikan-di-J.jpg)