Polisi Tembak Polisi

Ridwan Soplanit Ungkap Betapa Berkuasanya Ferdy Sambo : Jenderal Bintang 2 Melebihi Pejabat Lain

AKBP Ridwan Soplanit mememberi kesaksian soal Ferdy Sambo dalam sidang pembunuhan berencana Brigadir Pol Nofriansyah Yosua.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Warta Kota/YULIANTO
Terdakwa Ferdy Sambo menghadiri sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). (Warta Kota/YULIANTO) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Mantan Kasat Reskrim AKBP Ridwan Soplanit mengaku ia diintervensi oleh Ferdy Sambo dalam penanganan kasus tewasnya Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga.

AKBP Ridwan Soplanit memaparkan hal itu ketika memberi kesaksian dalam sidang pembunuhan berencana Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022).

“Perbedaannya kalau misalnya orang melakukan intervensi itu head to head, jadi orang per orang, tapi kalau terintervensi itu suasana, dan tidak bisa dijelaskan secara harafiah, itu hanya orang yang merasakan langsung yang bisa dijelaskan,” ucap AKBP Ridwan Soplanit.

Baca juga: Pakar Sebut Putri Candrawathi Seperti Pencuri karena Ambil Uang Rp200 Juta di Rekening Brigadir J

Ridwan Soplanit sempat menceritakan peristiwa tewasnya Brigadir J disampaikan langsung oleh Ferdy Sambo kepadanya.

Dari versi cerita yang didengarnya, Ridwan Soplanit mengatakan korban adalah Ferdy Sambo yang tak lain merupakan jenderal bintang dengan kualifikasi lebih dari jenderal bintang dua lainnya.

“Saya dibebani dengan tanggung jawab sebagai manajerial menghadapi permasalahan yang saat itu saya dengar bahwa korbannya adalah seorang bintang 2, yang mana dia punya kualifikasi lebih daripada bintang dua jajaran lainnya,” cerita AKBP Ridwan Soplanit.

“Saya bukan orang kemarin yang baru polisi masuk dalam hal ini, doktrinasi itu sudah berjalan, sehingga saya benar menghadapi hal yang nyata, rill, bahwa ini orang yang punya kekuasaan yang melebihi dari yang pejabat lainnya.”

Baca juga: Ridwan Soplanit : Brigadir J Tewas Diberondong 7 Selongsong Peluru oleh Bharada E dan Ferdy Sambo

Adapun AKBP Ridwan Soplanit adalah Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan sekaligus tetangga di rumah dinas Ferdy Sambo ketika Juli 2022.

Ketika kejadian, AKBP Ridwan Soplanit diminta datang ke rumah Ferdy Sambo.

Kemudian ia diceritakan jika ada pelecehan yang dialami Putri Candrawathi hingga peristiwa tembak menembak yang mengakibatkan tewasnya Brigadir J.

AKBP Ridwan Soplanit mengaku tidak bertanya apa pun saat Ferdy Sambo menjelaskan hal itu.

Baca juga: Pengakuan Perempuan Pendukung Bharada E di Sidang Sambo : Mau Suarakan Hal Positif tentang Icad

“Dia menyampaikan bahwa, peristiwa ini, tembak menembak ini, yang tergeletak di bawah itu Yosua, kejadian ini, karena dia melecehkan istri saya, menyampaikan seperti itu Pak FS,” ucap Ridwan S Soplanit.

“Kemudian saat dia sambil menerangkan, kemudian dia menepak tembok, agak keras menepak tembok, saya agak kaget juga karena lagi mendengarkan, kemudian menepak tembok.”

Selain Ferdy Sambo menepuk keras tembok, Ridwan Soplanit juga menceritakan suami Putri Candrawathi itu sempat mendekatkan dahinya ke dinding saat menceritakan.

Ridwan lantas menuturkan, Ferdy Sambo menunjukkan kepada dirinya mata yang berkaca-kaca sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“Kemudian kepalanya ditunduk ke tembok, kemudian dia melihat saya terus sambil menggeleng-geleng kepala matanya agak berkaca-kaca dan dia bilang, ini kejadian ini, sebelumnya terjadi di Magelang,” cerita Ridwan.

(*)

Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved