Pernikahan Kaesang dan Erina

Terungkap Alasan Kaesang-Erina Jalani Prosesi Adat di Loji Gandrung : Dilarang di Pura Mangkunegaran

Prosesi adat dan segala ornamen yang berbau adat ternyata dilarang dilakukan di Pura Mangkunegaran

Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin
Owner Asmoro Decoration, Ranu Asmoro (kiri) dan Art Director Asmoro Decoration Pandji Vasco Da Gama (kanan), saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (29/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep bakal menggelar acara resepsi pernikahannya dengan Erina Gudono di Pura Mangkunegaran.

Tetapi, segala acara prosesi adat justru dilakukan di Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung.

Mengapa demikian?

Akhirnya terungkap alasan dibalik itu semua.

Baca juga: Efek Pernikahan Kaesang dan Erina : Kamar Suite Hotel di Solo Diburu, Tingkat Okupansi Terus Meroket

Hal ini terkait dengan berbagai pantangan yang tak bisa dilakukan di kawasan istana raja Mangkunegaran.

Salah satunya mengenai prosesi adat dan segala ornamen yang berbau adat.

Owner Asmoro Decoration, Ranu Asmoro menjelaskan bahwa segala prosesi adat dilakukan di Loji Gandrung.

"Kami dari Asmoro mendapat mandat untuk dekor acara Ngunduh Mantu di Loji Gandrung," jelasnya, saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Mrajak Sewu Bakal Lengkapi Dekorasi Pernikahan Kaesang dan Erina, Gambarkan Berdirinya Mataram Islam

Sedangkan di Mangkunegaran, hanya diperuntukkan pesta resepsi dan menerima tamu.

"Tidak ada upacara adat. Di Mangkunegaran tidak boleh ada ornamen yang berbau adat," terangnya.

Selain itu, tidak ada satu pun kursi yang membelakangi paringgitan.

"Layout tidak boleh membelakangi paringgitan," jelas Art Director Asmoro Decoration Pandji Vasco Da Gama.

Baca juga: Berkonsep Pesta Rakyat, Ngunduh Mantu Kaesang-Erina Bakal Sebar Udik-Udik & Dihadiri 300 Orang

"Termasuk Long table untuk VVIP juga lenggahnya tidak boleh membelakangi pringgitan. Layout flow sudah dipikirkan bukan dari kami supaya tidak di area paringgitan," terangnya.

Ada pula pantangan untuk menurunkan gamelan.

"Gamelan ada beberapa yang tidak boleh turun dari Pendopo. Bisa dipindah tapi tidak boleh turun," tuturnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved