Berita Solo Terbaru

Migrasi TV Digital di Solo, Warga Menjerit, STB Langka dan Harga Meroket 

TV Analog di wilayah Solo kini sudah tidak bisa digunakan lagi. Itu membuat warga di Solo harus melakukan migrasi ke TV Digital.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Adi Surya Samodra
Tribunsolo.com/Anang Ma'ruf
Ragam Set Top Box yang dijual di Kota Solo, Sabtu (3/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - TV Analog di wilayah Solo kini sudah tidak bisa digunakan lagi. Itu membuat warga di Solo harus melakukan migrasi ke TV Digital.

Proses migrasi tersebut tentu perlu didukung dengan alat Set Top Box (STB).

Alih-alih bisa dengan mudah mendapat STB, warga Kota Solo malah kelimpungan. 

Mereka kesulitan mendapat STB di sejumlah toko elektronik yang ada. 

Kondisi tersebut disampaikan Komisioner KPID Jawa Tengah, Anas Syahirul

Baca juga: Set Top Box Diserbu Pembeli,Toko Elektronik di Solo Ini Sehari Bisa Raup Pendapatan Rp 50 Juta Lebih

Baca juga: Toko Elektronik di Sragen Banjir Cuan : Hari Pertama TV Analog Mati, 100 Set Top Box Ludes Terjual

“Misalnya, kami dapat keluhan di Solo dimana harga STB sudah Rp 350.000 ke atas. Ada lagi toko yang habis stoknya. Ini yang memang harus jadi perhatian," ungkap dia.

"Apalagi, saat ini warga tengah gandrung dengan tontonan Piala Dunia,” tambahnya.

Kepada penyelenggara Multiplex, Anas Syahirul mengingatkan agar memperhatikan dan menyelesaikan segera komitmen mereka untuk mendistribusikan STB gratis kepada warga penerima bantuan.

“Semarang sudah 100 persen, tinggal Solo dan sekitarnya yang kabarnya masih 98 persen,” katanya. 

Menurutnya, distribusi STB ini harus diterima oleh masyarakat penerima di wilayah layanan siaran digital di seluruh Jawa Tengah.

Sehingga pelaksanaan ASO bisa lebih cepat dan dapat diterima oleh masyarakat tanpa gejolak.

Lalu, harga sewa Multiplex juga memperhatikan daya beli televisi local dan komunitas.

“Kami berharap harga sewa mux (multiplex) untuk televisi lokal khususnya komunitas tidak terlalu tinggi, karena daya beli masing-masing juga berbeda apalagi televisi komunitas,” tambah Anas. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved