Pernikahan Kaesang dan Erina
Terungkap, Alasan Bakul HIK di Solo Dapat Undangan Nikahan Kaesang-Erina : Jokowi Sering Wedangan
Bukan pejabat, bakul HIK Si Jekh, Joko Riyanto (59) mendapatkan undangan untuk menghadiri pernikahan Kaesang-Pangarep.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Joko Riyatno atau Si Jekh senang bukan kepalang.
Bagaimana tidak, pemilik HIK Si Jekh, Joko Riyanto (59) di kawasan rumah Presiden Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo mendapatkan undangan.
Dia satu di antaranya 6 ribu orang yang mendapatkan undangan untuk menghadiri pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono.
Kok bakul HIK bisa diundang?
Ternyata HIK Si Jekh, dulu menjadi langganan Jokowi sebelum menjabat Wali Kota Solo hingga akhirnya kini menjadi Presiden RI.
Jekh sapaan Joko menjelaskan, dirinya tidak ada hubungan keluarga dengan Jokowi.
Ternyata Jekh dulu sering meladeni salah satu pembeli bernama Jokowi.
"Saya jualan di sini (Sumber) lama, dan dulu saya pernah ladeni Bapak Jokowi sebelum Pak Jokowi menjabat jadi Walikota," ujarnya kepada TribunSolo.com, Kamis (8/12/2022).
Baca juga: Cerita MUA Jogja Dapat Pesanan Penting, Tak Menyangka yang Bakal Dirias Ternyata Kaesang dan Erina
Baca juga: Jelang Pernikahan Kaesang dengan Erina, Keluarga Jokowi Gelar Pengajian di Rumah Sumber Solo
Baca juga: Kabar Baik, Syukuran Nikahan Kaesang Disiapkan 16 Ribu Makanan Gratis: Lokasi Sriwedari & Ngarsopuro
Saat itu kata Jekh, Jokowi masih menjadi pengusaha, sehingga sering mampir ke wedangan miliknya di kawasan rumah Jokowi.
"Kami kadang-kadang sering ngobrol dengan Pak Jokowi. Ya dekat," aku dia.
Karena diundang, Jekh memberikan harapan dan doa kepada mas Kaesang dan Erina.
Dia berharap acaraKaesang lancar sampai selesai tidak ada kendala apapun.
"Saya berdoa selalu agar mas Kaesang dan Erina selalu diberi kesehatan," harap dia.
"Yang pasti semoga mas Kaesang dan Erina menjadi keluarga yang sakinah, Mawaddah dan Warohmah," tambahnya. (*)