Breaking News

Berita Boyolali Terbaru

Waduk Kedung Ombo Boyolali : Ikan Mati Berkurang, Air Sudah Bagus Tapi Petani Masih Perlu Pompa

Sedikinya 200 ton ikan yang budidaya di Karamba Jaring Apung (KJA) Waduk Kedung Ombo (WKO) di Kabupaten Boyolali mati.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
Tribunsolo.com/Tri Widodo
Ribuan ikan di Waduk Kedung Ombo mati akibat fenomena upwelling, Selasa (3/1/2023). Total ikan yang mati tembus hingga 200 ton. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Sedikinya 200 ton ikan yang budidaya di Karamba Jaring Apung (KJA) Waduk Kedung Ombo (WKO) di Kabupaten Boyolali mati.

Itu disebabkankan amoniak dasar waduk yang baik saat fenomena upwelling.

Berpindahnya air permukaan dengan air dasar akibat perbedaan suhu yang cukup signifikan.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali yang selama ini melakukan pendampingan petani tak tinggal diam.

Upaya penyelamatan ikan yang masih hidup sudah dilakukan.

Begitupun dengan, kondisi air juga dilakukan pemeriksaan.

Kabid Perikanan, Disnakkan Boyolali, Nurul Nugroho menyebut air di WKO sudah layak untuk ikan.

"Mulai dari DO (Drop oksigen), PH, Nitrit dan Phosphat masih layak ikan," jelasnya kepada TribunSolo.com, Rabu (4/1/2023).

Dia menyebut, kondisi perairan WKO sudah membaik.

Baca juga: Bupati Sukoharjo Akui Keberatan dengan Wacana Tol Lingkar Timur-Selatan Kota Solo, Ini Alasannya

Baca juga: Petani Ikan di Waduk Kedung Ombo Makin Merana, Ikan yang Mati Tembus 200 Ton, Rugi Jadi Rp 6 Miliar

Dari hasil pemeriksaan, diketahui, kandungan DO sebanyak 4,7 mg/L.

Sedangkan suhu air berkisar 29-30 derajat Celcius.

Sedangkan kadar PH 6-7 , sedangkan kadar nitrit 0,01 mg/L.

"Kesimpulan perairan sudah mulai membaik dilihat dari parameter kualitas air secara fisik dan kimia," tambahnya.

Hanya saja, petani masih perlu menaikkan DO yang masih rendah.

Sebab, kandungan oksigen larut dalam air kurang dari 5 mg/L.

"Petani masih perlu menggunakan pompa untuk masukkan oksigen ke dalam air,"

"Kemudian ikan yang msh dikolam kita sarankan untuk segera dibuang krn akan memicu timbulnya penyakit baru, parasit, bakteri, jamur dan lain-lain," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved