Berita Boyolali Terbaru
Cerita Warga Sawit dan Banyudono Boyolali Lihat Lisus Berputar-putar di Atas Rumah : Seperti Perang
Angin lisus menerjang wilayah Kecamatan Sawit dan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Selasa (10/1/2023).
Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Angin lisus menerjang wilayah Kecamatan Sawit dan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Selasa (10/1/2023).
Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, lisus terjadi sekitar pukul 12.45 WIB.
Genting atap rumah rumah warga yang dilintasi angin ini pun terhempas.
Kejadian itu pun membikin warga yang dilalui pusaran angin ini syok.
Suara gemuruh kencang bikin warga histeris ketakutan.
Eny Sumariyati, misalnya di Kecamatan Banyudono.
Siang itu, yang dia lagi masak di dapur dikagetkan dengan suara-suara atap galvalum tepat di atasnya memasak.
Suara akibat atap yang terang oleh angin yang itu terjadi secara tiba-tiba.
Suara keras itupun membuatanya ketakutan hingga syok.
Selain berdoa, dia juga menutup kepala dengan kedua tangannya .
"Saya langsung dungkruk sambil memegangi kepala. Takut kalau tertimpa benda," ujarnya.
Baca juga: Imlek 2023 di Solo, Tiga Kelompok Barongsai Akan Dikirab : di Coyudan, Pasar Gede, hingga Pasar Legi
Baca juga: Total Ada 3 Pohon di Sukoharjo yang Tumbang Diterjang Angin Lisus, BPBD : Aman, Tak Ada Korban Jiwa
Dia kemudian berusaha keluar dari dapur, tapi ternyata atap kamar mandi sudah jatuh.
"Tadi saya sedikit kena cuilan atap esbes kamar mandi. Tapi tidak apa. Hanya cuilan kecil," jelasnya.
Nani Efendi (68) Warga Dukuh Karanganyar, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, juga tak kalah panik.
Dia menyebut jika angin puting beliung yang melintasi sekitar rumahnya itu layaknya perang.
"Gemuruh kayak perang waktu aku di Tim-tim (Timor Timur) dulu. Kayak perawat di atas atap seng gitu. Mak wung-wung gitu," kata dengan penuh semangat.
Dia mengaku saat kejadian dirinya baru saja selesai salat dhuhur.
Setelah mengucapkan salam kedua, dia yang mendengar suara gemuruh yang sangat kencang itu langsung syok.
Suara gemuruh yang amat kencang itu membuatnya yang dalam kondisi duduk pun tak bisa berdiri.
"Bar salat Ki bingung, ora isoh ngadek. Mlebu kolong tempat tidur (selesai salat bingung. Tidak bisa berdiri lagi. Masuklah ke kolong tempat tidur," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/2023-Itu-setelah-dihempas-lisus.jpg)