Berita Solo Terbaru
Pengunjung Grebeg Sudiro Keluhkan Sampah Sungai Kali Pepe, Gibran : Nanti Kita Bersihkan
Masih ada sejumlah sampah yang ditemukan di Kali Pepe. Tak sampai di situ, bau amis dan anyir juga sesekali tercium dari aliran sungai Kali Pepe.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pengunjung Grebeg Sudiro 2023 mengeluhkan masalah sampah dan bau di aliran sungai Kali Pepe.
Keluhan tersebut disampaikan setelah menikmati wahana kapal wisata yang tersedia di sana.
Keluhan itu langsung mendapat respon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Gibran mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan melakukan upaya pembersihan di aliran sungai tersebut.
"Pasti nanti kita bersihkan sampah," katanya, kepada TribunSolo.com, Rabu (11/1/2023).
Baca juga: Tanpa Embel-embel Jurug, Gibran Putuskan Pakai Solo Safari Ganti Nama TSTJ : Lebih Kuat dan Nasional
Kebersihan tentu perlu dijaga untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung kawasan Grebeg Sudiro 2023.
Terlebih, Grebeg Sudiro 2023 memiliki potensi ekonomi dan menggeliat UMKM yang ada di Kota Solo.
"Semoga aman, meriah, cuaca mendukung," ucapnya.
Gibran menyampaikan ada konsep yang berbeda akan disiapkan untuk hari-hari puncak Grebeg Sudiro 2023.
"Hari-hari puncak mungkin nanti kelihatan beda," ujarnya.
Warga Keluhkan Sampah dan Bau
Wahana kapal wisata bisa dinikmati warga yang berkunjung ke kawasan perhelatan Grebeg Sudiro 2023.
Wahana tersebut akan membuat para pengunjung menyusuri aliran Kali Pepe. Biaya pun cukup ceban alias Rp 10 ribu per orang.
Itu bisa dibeli di loket yang berada di pedestrian pinggir sungai sisi timur Bank BRI Cabang Sudirman Kota Solo.
Setelah beli tiket, pengunjung perlu menuruni tangga untuk bisa sampai ke 'pelabuhan' kapal.
Bila kapal sudah tersedia mereka bisa langsung naik, jika tidak pengunjung setidak harus menunggu satu putaran lebih kurang 10 menit.
Candra menjadi salah seorang pengunjung yang sudah menjajal kapal wisata susur Kali Pepe.
Baca juga: Potret Hari Pertama Grebeg Sudiro : Warga Tumplek Blek di Kawasan Pasar Gede Solo, Nikmati Lampion
Itu dilakukan bersama satu temannya.
Di satu sisi, itu sekaligus pengalaman pertamanya menaiki kapal tersebut.
"Sensasi menyenangkan karena bisa melihat lampion yang (membentang) di atas aliran Kali Pepe," ucapnya, Selasa (10/1/2023).
Kendati demikian, Candra menyayangkan masih belum bersihnya aliran Kali Pepe.
Dari pantauan TribunSolo.com, masih ada sejumlah sampah yang ditemukan di sana.
Tak sampai di situ, bau amis dan anyir juga sesekali tercium dari aliran sungai Kali Pepe.
"Sayangnya, sampah di sungai, (itu buat) kotor. Masih bau juga," tuturnya.
Baca juga: Sambut Imlek, Wisata Perahu di Kali Pepe Kembali Beroperasi : Dipatok Rp10 Ribu, Mulai 10-30 Januari
Menurutnya, masih dibutuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga dan merawat kebersihan aliran sungai Kali Pepe.
"Mungkin warga perlu membersihkan, dan membuang sampah pada tempatnya, supaya lingkungannya bersih," ujarnya.
Selain itu, Candra juga keselamatan pengunjung yang menaiki kapal juga lebih ditingkatkan ke depannya.
Ketersediaan pelampung menjadi salah satu yang diharapkan.
Apalagi, penikmat wahana tersebut juga ada dari kalangan anak-anak.
"Mungkin perlu ada pelampung karena tadi gak dipakaikan pelampung," tuturnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.