Berita Solo Terbaru
Dampak Program Wajib Kunjung Museum Solo, Lonjakan Pengunjung hingga 60 Persen
Adanya program Wajib Kunjung Museum ternyata membawa dampak pada meningkatnya kunjungan. Selain itu, siswa juga bisa memahami soal budayanya.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Gerakan Wajib Kunjung Museum (WKM) Solo dengan mengusung tema Aku Cinta Museum yang diikuti para pelajar dan pemerhati budaya di Kota Surakarta rupanya memberikan dampak yang positif.
Program yang sudah dimulai sejak Desember 2021 tersebut diikuti para pelajar dari jenjang SD dan SMP di Kota Surakarta.
“Awal program ini dibuat yakni tahun 2021, jumlah pengunjung belum banyak tapi untuk tahun 2022 sudah naik hampir 60 persen,” kata Kepala UPT Museum, Bonita Rintyowati, Jumat (20/1/2023) siang.
“Bisa dibilang mungkin dulu karena ada pandemi, jadi mengalami penurunan. Namun karena sekarang sudah tidak lagi bisa jadi naik,” ujarnya.
Tak hanya keadaan sudah kembali normal, namun bisa juga bertambahnya pengunjung adalah karena program cinta museum yang diberikan di sekolah.
Tujuan WKM sendiri adalah untuk mengenalkan museum yang ada di Solo kepada siswa.
Dengan harapan, setelah mengenal museum, siswa bisa tumbuh dengan menghargai sejarah dan budaya Indonesia.
Baca juga: Program Wajib Kunjung Museum Solo Berdampak Positif, Siswa Mulai Suka Kebudayaan dan Warisan Daerah
Dengan menyambangi museum, siswa dapat belajar dari sejarah dan peninggalannya untuk mengembangkan pengetahuan dan ilmu pengetahuan.
Selain itu juga bisa meningkatkan kualitas kehidupan dan kemajuan bangsa.
Solo sendiri kini memilik 18 museum yakni Museum Radya Pustaka, Museum Keris Nusantara, Monumen Pers Nasional, Museum Lokananta, Museum Bank Indonesia, Museum RRI, Temurun, Samanhudi, Batik Gunawan, Museum Batik Keris.
Selain itu, Museum Lukis Dullah, Museum Astana Oentara Laya, Museum UNS Surakarta, Museum Pura Mangkunegaran, Museum Danar Hadi, Museum Musik Kamsidi, Museum Samanhudi, dan Museum Keraton Kasunanan Surakarta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Diorama-pembuatan-keris.jpg)