Berita Sragen Terbaru
Potret Drainase di Pasar Sukowati Sragen, Dangkal dan Sempit : Banjir Bila Hujan Lebat
Drainase di Pasar Sukowati diduga menjadi penyebab banjirnya kawasan tersebut. Drainasenya terlihat dangkal dan sempit.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Sempit dan dangkal, itulah gambaran drainase di Pasar Sukowati yang berada di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan/Kabupaten Sragen.
Tak heran, kawasan Pasar Sukowati selalu terjadi banjir apabila diguyur hujan dengan intensitas lebat.
Seperti yang terjadi pada Rabu (15/2/2023) dimana wilayah Nglangon diguyur hujan lebat, yang menyebabkan terjadi genangan air di jalan depan pasar.
Tak hanya jalan depan pasar, bahkan air menggenangi bagian pasar yang belum beroperasi itu.
Sebelum dibangun, pasar Sukowati dulunya adalah area persawahan.
Sehingga ketika hujan tiba, setidaknya air masih ditampung di sawah tersebut, meskipun di daerah utara Kota Sragen itu memang sering terjadi banjir.
Namun, banjir kali ini semakin diperparah, selain karena sawah telah berubah menjadi bangunan, juga karena drainase di kawasan Pasar Sukowati dinilai tidak layak.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pasar Sukowati, Widyo Budi mengungkap ada dua permasalahan drainase di Pasar Sukowati, yakni drainase di luar dan di dalam pasar.
Drainase di luar pasar saat ini sebagian ditutup paving yang menyebabkan air dari bangunan pasar tidak bisa masuk ke dalam drainase.
Baca juga: Belum Beroperasi, Pasar Sukowati Sragen Kebanjiran, Pedagang Keluhkan Drainase Tak Layak
"Kalau kita lihat memang drainase depan sudah perlu dinormalisasi, harapan saya besok ketika dinormalisasi tidak usah ditutup paving, jadi terbuka saja," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (16/2/2023).
Selain memberi jalan air, menurutnya dengan dibukanya drainase di depan pasar, bisa menjadi pembatas, agar tidak ada orang yang berjualan di luar pasar.
Selain itu, elevasi tanah Pasar Sukowati di sebelah timur juga lebih rendah dari muka jalan.
Sehingga, ketika drainase penuh, membuat air masuk ke dalam pasar akhirnya menuju saluran drainase depan yang sudah penuh, akibatnya air pun kembali lagi ke dalam pasar.
"Di bagian timur nanti juga dinormalisasi, dikeruk agar lebih dalam, ke depan supaya jalur air bisa sesuai jalurnya, kalau dari belakang, ya larinya ke belakang," terangnya.
Drainase bagian dalam pasar memang lebih kecil untuk menampung gedung seluas itu.
Bukannya mengalir ke pembuangan air, drainase yang terbuka itu malah menyemburkan air saking penuhnya.
Kedepannya, drainase di dalam pasar akan ditutup, sehingga air bisa mengalir tanpa membanjiri bagian dalam pasar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Potret-irigasi-utama-Pasar-Sukowati.jpg)