Berita Solo Terbaru
Jumenengan Mangkunagara X : Ada Tarian Bedhaya Anglir Mendung dan Gamelan Kyai Kenyut Mesem
Jumenengan KGPAA Mangkunagara X bakal menyuguhkan tarian sakral tertinggi di Pura Mangkunegaran. Tarian itu adalah Bedhaya Anglir Mendung.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tingalan Wiyosan Jumenengan Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng KGPAA Mangkunagara X yang pertama akan dilengkapi dengan suguhan tarian tradisi sakral dari Pura Mangkunegaran.
Tarian tradisi tersebut bernama Bedhaya Anglir Mendung.
Tarian ini merupakan tarian sakral tertinggi di Pura Mangkunegaran.
Konon, tarian Bedhaya Anglir Mendung diciptakan Mangkunagara I dengan diilhami peperangan di Trowulan, Jawa Timur.
Ketua Jumenengan, KPH Tjuk Susilo menyampaikan tarian tersebut ditarikan oleh 7 penari perempuan selama lebih kurang 35 menit.
Para penari yang menarikan Bedhaya Anglir Mendung pun harus melewati sejumlah persyaratan.
Salah satunya, melakukan ziarah makam Mangkunagara I yang ada di Astana Mangadeg, Matesih, Kabupaten Karanganyar.
Baca juga: Pantangan Tamu yang Hadir di Jumenengan MN X : Tidak Pakai Batik Lereng, Warna Tak Boleh Mencolok
"Kita biasanya, kalau mau peringatan 1 tahun kenaikan tahta, minta izin dengan nyekar ke makam," ucap dia, Selasa (21/2/2023).
"Ke sana, kemudian, minta izin penyelenggaraan agar bisa berjalan dengan baik," tambahnya.
Tidak hanya itu, penari juga harus berpuasa menjelang membawakan tarian tradisi Bedhaya Anglir Mendung.
Itu agar para penari dalam kondisi bersih ketika membawakan tarian tersebut.
Adapun penari yang menarikan tarian tradisi itu berasal dari Pura Mangkunegaran.
Tarian Bedhaya Anglir Mendung juga akan diiringi dengan salah satu gamelan yang dimiliki Pura Mangkunegaran.
"Hanya ada satu dibunyikan itu gamelang Kyai Kenyut Mesem," ujar Tjuk. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Gibran-Rakabuming-Raka-bertemu-Kanjeng-Gusti-Pangeran-A.jpg)