Berita Solo Terbaru

Jumenengan Mangkunagara X : Ada Tarian Bedhaya Anglir Mendung dan Gamelan Kyai Kenyut Mesem

Jumenengan KGPAA Mangkunagara X bakal menyuguhkan tarian sakral tertinggi di Pura Mangkunegaran. Tarian itu adalah Bedhaya Anglir Mendung.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Vincentius Jyestha
Wali Kota Gibran Rakabuming Raka bertemu Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara X Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo di Pura Mangkunegaran Solo, Senin (21/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tingalan Wiyosan Jumenengan Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng KGPAA Mangkunagara X yang pertama akan dilengkapi dengan suguhan tarian tradisi sakral dari Pura Mangkunegaran

Tarian tradisi tersebut bernama Bedhaya Anglir Mendung. 

Tarian ini merupakan tarian sakral tertinggi di Pura Mangkunegaran

Konon, tarian Bedhaya Anglir Mendung diciptakan Mangkunagara I dengan diilhami peperangan di Trowulan, Jawa Timur. 

Ketua Jumenengan, KPH Tjuk Susilo menyampaikan tarian tersebut ditarikan oleh 7 penari perempuan selama lebih kurang 35 menit.

Para penari yang menarikan Bedhaya Anglir Mendung pun harus melewati sejumlah persyaratan. 

Salah satunya, melakukan ziarah makam Mangkunagara I yang ada di Astana Mangadeg, Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Baca juga: Pantangan Tamu yang Hadir di Jumenengan MN X : Tidak Pakai Batik Lereng, Warna Tak Boleh Mencolok

"Kita biasanya, kalau mau peringatan 1 tahun kenaikan tahta, minta izin dengan nyekar ke makam," ucap dia, Selasa (21/2/2023). 

"Ke sana, kemudian, minta izin penyelenggaraan agar bisa berjalan dengan baik," tambahnya. 

Tidak hanya itu, penari juga harus berpuasa menjelang membawakan tarian tradisi Bedhaya Anglir Mendung.

Itu agar para penari dalam kondisi bersih ketika membawakan tarian tersebut. 

Adapun penari yang menarikan tarian tradisi itu berasal dari Pura Mangkunegaran

Tarian Bedhaya Anglir Mendung juga akan diiringi dengan salah satu gamelan yang dimiliki Pura Mangkunegaran

"Hanya ada satu dibunyikan itu gamelang Kyai Kenyut Mesem," ujar Tjuk. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved