Berita Karanganyar Terbaru

Jelang Ramadan 2023, Agrowisata Telaga Kusuma Karanganyar Siap Sambut Momen Padusan Pertama

Wisata yang berada di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar itu siap menyambut momen padusan pertamanya.

Tayang:
Tribunsolo.com/Mardon Widiyanto
Suasana Agrowisata Telaga Kusumo, di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Objek wisata ini bersiap menyambut momen padusan pertamanya pada bulan Ramadan tahun 2023 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ada suatu tradisi di Indonesia yang biasa dilakukan sebelum memasuki bulan puasa.

Tradisi yang dimaksud yaitu tradisi padusan.

Padusan merupakan tradisi mandi atau menyeburkan diri ke air sehari sebelum Ramadan tiba.

Objek wisata tirta di Kabupaten Karanganyar pun siap menyambut momen tersebut, tak terkecuali Agrowisata Telaga Kusuma.

Wisata yang berada di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar itu siap menyambut momen padusan pertamanya.

Ya, sebab Agrowisata Telaga Kusuma baru dibuka pada 18 November 2022 lalu.

Kepala Desa Tunggulrejo Parno Karyo Sumarto mengatakan pihaknya siap menyambut kunjungan dalam rangka tradisi padusan jelang Ramadan.

"Padusan nanti merupakan momentum pertama kami, sehingga kami selaku pengelola tak mau mengecewakan para pengunjung," kata Parno kepada TribunSolo.com, Minggu (12/3/2023).

Baca juga: Jadi Magnet Wisatawan Saat Weekend, Agrowisata Telaga Kusumo Karanganyar Dikunjungi 3.000 Orang

Baca juga: Info Tempat Wisata Baru di Karanganyar : Namanya Agrowisata Telaga Kusuma, Diresmikan Juliyatmono

Dalam persiapan menyambut momen padusan, Parno mengatakan pihaknya mengatakan ada beberapa wahana yang bisa dimanfaatkan di kawasan Agrowisata Telaga Kusuma.

Seperti spot selfi taman bunga, kolam renang anak serta dewasa, ruang serba guna cafe, green house dan meeting room.

Nantinya Agrowisata Telaga Kusuma juga akan melaunching bioskop dengan konsep Virtual Reality (VR).

"Jumlah kunjungan di momentum libur sekolah mencapai 2.000-2.500 orang per hari, apabila datang rombongan minimal 40 orang, bisa mendapatkan harga tiket kolektif yang jauh lebih murah," ucap Parno.

Dia mengaku tidak akan menaikan harga pada saat momentum padusan nanti.

Bahkan, pihaknya terus menambahkan pelayan, serta menyiapkan sarana dan prasarana.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved