Kasus Mario Dandy
Mahfud MD Sebut Safe Deposit Box Rafael Alun Rp 37 Miliar Baru Sebagian, Masih Ada Harta Karun Lain?
Safe Deposit Box berisi uang puluhan miliar tersebut menambah daftar temuan adanya harta tak wajar milik ayah Mario Dandy Satrio.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Aset yang diduga milik Rafael Alun Trisambodo akhirnya terlacak oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Aset Rafael Alun Trisambodo tersebut berbentuk uang yang disimpan di Safe Deposit Box.
Adapun Safe Deposit Box diduga milik Rafael Alun tersebut berisi senilai Rp 37 miliar.
Baca juga: Mario Dandy Tak Bisa Tahan Emosi, Kriminolog Anak Pertanyakan Cara Rafael Alun dan Istri Didik Anak
Kini fakta baru disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD.
Mahfud justru mengatakan temuan tersebut baru sebagian.
Safe Deposit Box berisi uang puluhan miliar tersebut menambah daftar temuan adanya harta tak wajar milik ayah Mario Dandy Satrio.
Diketahui, uang puluhan miliar tersebut berbentuk valuta asing.
PPATK pun menduga uang di Safe Deposit Box tersebut berasal dari suap.
Baca juga: Misteri Uang Rp37 M Rafael Alun yang Berbentuk Dollar di Safety Deposit Box, PPATK Duga Hasil Suap
Sementara bank yang diduga menjadi tempat safe deposit box Rafael Alun saat ini masih dirahasiakan.
Natsir Kongah, Koordinator Humas PPATK mengatakan valuta asing tersebut berbentuk Dolar Singapura dan Dolar AS.
"Jadi ini (temuan safe deposit box) adalah uang tersendiri di luar dari Rp 500 miliar tadi," katanya dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.
Sebelumnya PPATK telah menemukan mutasi dana Rp 500 miliar dari transaksi periode 2019-2023, terkait dengan Rafael Alun.
Data mutasi ini ditarik dari dalam 40 rekening yang terkait dengan Rafael Alun Trisambodo.
Baca juga: Gelagat Aneh Rafael Alun Sebelum Brankas Rp37 Miliar Miliknya Terbongkar : Mondar-mandir di Bank
Natsir Kongah mengatakan, 40 rekening tersebut merupakan milik Rafael, anaknya, istrinya serta individu dan badan usaha yang terkait dengan aktivitas eks pejabat Ditjen Pajak tersebut.
Natsir menegaskan, dari transaksi hingga Rp 500 miliar tersebut PPATK menduga ada indikasi dari persoalan-persoalan pajak yang sedang diurus oleh Rafael.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Gaya-hidup-Mario-Dandy-Satriyo-dan-Rafael-Alun-Trisambodo.jpg)