Klaten Bersinar
Jalur Evakuasi Lereng Merapi di Klaten Rusak Sepanjang 5 KM, Pemkab Langsung Terjun Perbaiki
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Jalur evakuasi di wilayah kawasan rawan bencana (KRB) III di Klaten mengalami kerusakan jalan di ruas jalan menuju wilayah Desa Sidorejo, Selasa (14/3/2023).
Hal ini menjadi perhatian karena belakangan terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi.
Dikutip dari data BPPTKG, Merapi berstatus siaga sejak 5 November 2020.
Sukiman, warga Dukuh Deles, mengatakan setidaknya jalan jalur evakuasi yang rusak di wilayah Sidorejo sekitar 5 kilometer.
"Untuk jalan yang rusak sendiri mulai dari Dukuh Karang sampai perbatasan Bumiharjo," ujar Sukiman, saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (14/3/2023).
Jalan rusak tersebut terjadi akibat adanya aktivitas penambangan galian C di wilayah sekitar.
Sukiman berharap jalan tersebut segera diperbaiki dan diprioritaskan.
"Harapannya segera diperbaiki, karena menyangkut nyawa manusia," kata Sukiman.
Baca juga: Klaten Raih UHC 2023 karena 96 Persen Warga Dapat Jaminan Kesehatan, Sri Mulyani : Tambah Semangat
Baca juga: Di Hadapan Wali Kota & Bupati Solo Raya, Yoga Hardaya Sebut Ekonomi Klaten Tumbuh, Kemiskinan Turun
Tak tinggal diam menanggapi situasi tersebut, Pemkab Klaten langsung bergerak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Klaten, Jajang Prihono mengatakan pihaknya sudah memerintahkan dinas terkait untuk melakukan pengecekan.
"Dari Dinas (PUPR) sudah dikordinasikan cek ke lapangan," ujar Jajang saat dikonfirmasi TribunSolo.com.
Jajang juga memerintahkan untuk segera dilakukan assessment, terkait apa saja yang dibutuhkan selain jalan evakuasi.
"Tidak hanya jalan jalur evakuasi, nanti bila perlu penanganan cepat segera ditindak lanjuti," ungkapnya.
Sebelumnya Pemkab Klaten melalui BPBD Klaten telah melakukan pendistribusian masker dan logistik di lokasi rawan bencana.
Dari pantauan TribunSolo.com, beberapa titik jalan mengalami kerusakan, dikarenakan aktivitas truk penambangan yang melewati ruas jalan tersebut.
Meski begitu, dari pantauan juga sudah ada jalan yang diperbaiki dengan pengecoran sepanjang 1,5 kilometer menuju Desa Deles.
(*/adv)