Berita Karanganyar Terbaru

Majukan Perekonomian Rakyat, BDK Buka Program Untuk Perempuan Karanganyar : Tanpa Bunga dan Jaminan

Program Memajukan Usaha Wanita Karanganyar (Mustika) ini akan menyasar perempuan yang berpenghasilan nol rupiah hingga maksimal Rp 1 juta.

Tayang:
Tribunsolo.com/Mardon Widiyanto
Bupati Karanganyar Juliyatmono saat mengundi undian Mobil Daihatsu Ayla R M/T Yellow , di Pendopo RM Said, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (15/3/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus berusaha meningkatkan perekonomian masyarakatnya dengan memberikan pinjaman melalui badan usaha milik daerah (BUMD) di bidang perbankan.

Salah satunya kebijakan memberikan pinjaman tanpa jaminan dan bunga seperti yang dikeluarkan PT. BPR Bank Daerah Karanganyar (perseroda).

Direktur Utama PT. BPR Bank Daerah Karanganyar, Haryono, menyampaikan program tersebut dinamakan Mustika atau Memajukan Usaha Wanita Karanganyar.

"Kami akan luncurkan Mustika untuk memajukan perekonomian perempuan di Kabupaten Karanganyar," kata Haryono, kepada TribunSolo.com, Rabu (15/3/2023).

Program Mustika akan menyasar bagi perempuan yang berpenghasilan nol rupiah hingga maksimal Rp 1 juta.

Dia mengatakan dalam program ini mereka tidak akan diminta jaminan dan ditanggung bunga.

"Kami dari memfasilitasi pinjaman kredit tanpa bunga dan tanpa jaminan, nanti administrasi, 2-3 persen untuk biaya asuransi," kata Haryono.

Program Mustika ini sudah mulai berjalan dengan nasabah kebanyakan dari PKL Taman Pancasila dan Alun-alun Karanganyar.

"Kedepannya harapan saya, program ini bisa berkembang, bunga mereka nanti ada dibayar Pemkab Karanganyar," ujarnya.

Sebagai informasi, Bank BDK lahir dengan nama Lembaga Keuangan Desa.

Kemudian berubah nama menjadi PD. Bank Pasar Karanganyar dan di tahun 2000 berubah menjadi PT. BPR Bank Daerah Karanganyar (perseroda).

Dengan perubahan Undang-Undang terbaru, nantinya di tahun 2025 bukan lagi Bank Perkreditan Rakyat tapi menjadi Bank Perekonomian Rakyat.

"Jadi tidak terkesan kredit tapi lebih dari perekonomian rakyat," ujar dia.

"Siapapun Bupatinya nanti, bank ini tetap hadir, disaat mahal, kita murah namun tidak rugi, disaat swasta tidak mau melakukan, kita harus hadir," imbuh Haryono.

Baca juga: Jelang Ramadan 2023, Agrowisata Telaga Kusuma Karanganyar Siap Sambut Momen Padusan Pertama

Baca juga: Kabar Gembira! Bupati Juliyatmono Janjikan Bazar Murah Sembako Bakal Sasar Ribuan Buruh Karanganyar

Kini Bank Daerah Karanganyar memiliki jaringan sebanyak 18 kantor layanan kas di 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Rencana BUMD milik Pemkab Karanganyar ini akan nambah 3 kantor kas.

"Cita-cita saya untuk bank ini, tahun depan, setiap desa ada bank kami," tutur Haryono.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan telah menugaskan untuk ikut mengawasi dan membantu BDK.

Hal ini dilakukan agar Bank Daerah Karanganyar (BDK) sebagai bank kebanggaan Karanganyar untuk dapat tumbuh dan berkembang.

"Selain itu, direktur utama dipercaya pemerintah untuk selalu mengawasi jalannya Bank Daerah Karanganyar," ucap Juliyatmono.

Dia juga berharap BDK bisa tumbuh dan berkembang serta menjadi sarana untuk semua masyarakat Karanganyar menabung uangnya.

"Semoga Bank Daerah bertumbuh, semakin terpercaya, bermanfaat serta BDK dapat memperkuat perekonomian Karanganyar," pungkasnya.

Acara ditutup dengan pengundian hadiah utama satu unit mobil Daihatsu Ayla.

Undian dilakukan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono yang disaksikan ratusan nasabah dan juga karyawan bank milik Pemkab Karanganyar 100 persen.

Nasabah bank yang mendapatkan Daihatsu Ayla R M/T Yellow adalah Siti Lestari warga Macanan Rt 001 Rw 002 Macanan Kebakkramat.

(*/adv)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved