Berita Solo Terbaru
Peringatan Nyepi di Solo : Gibran Kenakan Pakaian Adat Payas Agung, Dulu Cuma Bangsawan yang Boleh
Pakaian adat Payas Agung, pada era lampau, hanya para bangsawan yang diperbolehkan untuk memakai pakaian tersebut.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bakal mengenakan baju adat khas Bali dalam peringatan Nyepi di Kota Solo, Sabtu (18/3/2023).
Hal ini dibenarkan oleh Ketua Panitia Nyepi Solo, I Dewa Putu Sudharta.
"Kalau mas wali (Gibran), itu sepertinya utama (pakaian adat Payas Agung) tingkatannya utama," terang dia, kepada TribunSolo.com, Jumat (17/3/2023).
Pakaian adat Payas Agung, pada era lampau, hanya diperbolehkan untuk dikenakan oleh para bangsawan.
Namun, seiring perjalanan zaman, ada sebuah penyesuaian nilai kebudayaan, siapapun kini bisa mengenakan pakaian Payas Agung.
Dikutip dari berbagai sumber, Payas Agung biasanya memiliki perpaduan warna emas, merah, dan putih. Baik di pakaian pria atau pun wanita.
Pakaian Payas Agung mampu memberi kesan mewah, anggun, cantik, dan elegan kepada sosok yang memakainya.
Baca juga: Peringatan Nyepi di Solo : 6 Ogoh-ogoh Butha Kala Bakal Dipawai, Simbol Hilangkan Pikiran Negatif
Gibran bakal turut serta memeriahkan event menjelang peringatan hari raya keagamaan Hindu tersebut.
Peringatan tersebut akan dimulai di Balai Kota Solo dengan kirab seni budaya dan pawai ogoh-ogoh sekira pukul 16.00 WIB.
Sebelum akhirnya dilanjutkan dengan pentas seni budaya sekira pukul 19.00 WIB.
Gibran dijadwalkan membuka event menjelang peringatan hari raya Nyepi.
Baca juga: Semarak Nyepi di Solo : Weekend Bakal Ada Pawai Ogoh-ogoh & Pensi Khas Bali, Mulai 16.00 WIB
"Mas Wali (Gibran) yang rencana mengibarkan bendera start," tutur Putu.
Adapun para panitia Nyepi Solo dan umat Bali yang ada di Kota Solo nanti akan memakainya yang menyesuaikan ketika event budaya itu.
"Kita yang dari panitia sama yang orang Bali tinggal di Solo nanti pakaiannya Payas Madya," ujar dia.
Putu turut menjelaskan melalui event budaya menjelang peringatan Nyepi, bisa semakin mempererat nilai-nilai kebhinekaan.
"Menjunjung Kebhinekaan, keberagaman beragama, Solo Kota Toleransi," ucapnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.