Demo Pabrik Aqua di Klaten

Curhat Petani Delanggu Klaten : Air Irigasi Terus Menyusut, Menduga karena Aktivitas Pabrik PT TIV

Salah satu petani Desa Delanggu, Eksan Hartanto menjelaskan, jika ada fenomena air irigasi di daerahnya terus menyusut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
Hamparan pertanian di Jalan Delanggu-Cokro, Kecamatan Delanggu, Kabupate Klaten. Petani mengeluh karena air irigasi terus saja menyusut 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Bagi salah satu petani Desa Delanggu, Eksan Hartanto (33), momentum panen raya hanya tinggal di angan saja.

Bagaimana tidak? Debit air irigasi semakin menyusut entah kenapa.

Baca juga: Penjelasan PT TIV Aqua Terkait Demo Massa di Klaten, Sebut Utamakan Duduk Bersama

Ia menduga, aktivitas perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua oleh PT Tirta Investama (PT TIV) di Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten menjadi penyebabnya.

Ia mengatakan, akibat pengambilan air oleh perusahaan tersebut, air irigasi untuk persawahan tahun ke tahun mengalami penurunan.

"Masih merasakan dulu, sawah yang digarap simbah belakang gudang dekat jalan masih sampai (airnya)," ujar Eksan kepada TribunSolo.com, Kamis (23/3/2023).

Sawah yang dimaksud merupakan sawah petit atau sawah paling ujung aliran irigasi.

"Kalau sekarang di musim kemarau di sana sulit (air), karena akses airnya," ungkapnya.

Sebagian besar petani berusia sepuh, mengeluhkan jalan beton yang lebih tinggi daripada bibir jalan maupun sawah.

"Karena perbedaan tinggi tadi membuat petani 'rekoso' kalau parkir kendaraan, perontok padi, banyak pertimbangannya," ucapnya.

Pertimbangan karena lalulintas angkutan truk tronton yang melintas, setidaknya setiap 5 menit sekali lewat.

"Sehingga orang petani sepuh yang dulu pergi ke sawah tanpa khawatir keselamatan, sekarang dakdikduk," kata Eksan.

Baca juga: Bakar Sampah, Warga Serengan Solo Merana, Dikira Sudah Padam Ternyata Percikan Membakar Seisi Rumah

Baca juga: Ternyata Demo di Pabrik Aqua Klaten Sudah Tiga Kali, Ini Tiga Tuntutan dari Aliansi Masyarakat

Ia juga menceritakan kalau debit air saat kemarau sekarang sudah tidak sebanyak dulu, apalagi ketika sudah masuk bulan April hingga November.

"Kalau November sudah nibo (hujan) ya Alhamdulillah, kalau belum nangis itu petani. Sesama petani bisa berantem rebutan air," ujar Eksan.

Diberlakukannya sistem pembagian air, di mana setiap satu minggu sekali mendapat giliran air dengan waktu 2 jam untuk 1 patoknya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved