Berita Wonogiri Terbaru

Beredar Kabar Perampokan di Gunung Pegat Wonogiri, Polisi Meluruskan, Sebut Korban Dipalak

Kabar perampokan di gunung pegat ternyata tak benar. Polisi melakukan penelusuran dan menemukan ternyata korban hanya dipalak dan motor tidak diambil.

Istimewa/Polres Wonogiri
Jajaran Polsek Ngadirojo dan Nguntoronadi saat mengecek sekitaran lokasi pemalakan. Setelah ditelusuri kabar perampokan tidak benar, kejadian sebenarnya hanya pemalakan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti 

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Belum lama ini ramai beredar kabar adanya perampokan yang terjadi di wilayah Gunung Pegat Wonogiri

Dalam kabar yang beredar disebutkan bahwa baru saja terjadi perampokan di wilayah Gunung Pegat.

Dinarasikan perampok berjumlah enam orang dan membawa sajam serta alat pukul. 

Kabar itu menyebutkan bahwa korban selamat, hanya saja harta benda seperti sepatu, uang dan sepeda motor diambil para pelaku. 

Menanggapi hal itu, Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo mengatakan Polisi telah mendapat informasi terkait hal tersebut. 

"Itu bukan perampokan, tapi dipalak. Sepeda motor juga masih dibawa. Korban juga tidak diapa-apakan," jelasnya, kepada TribunSolo.com. 

AKP Anom menjelaskan korban adalah M (22) warga Desa/Kecamatan Baturetno.

Baca juga: Video Preman Diduga Mabuk Palak Pedagang Nasi Goreng di Karawang, Tak Dikasih Malah Memukul

Korban mengalami peristiwa pemalakan itu di sebelah utara Jembatan Gedong (Ngadirojo) pada Senin (20/3/2023) pukul 19.00 WIB. 

Dia menyebutkan kabar yang beredar di media sosial tak sepenuhnya benar.

Sebab pelaku tak mengambil motor korban, hanya sepatu dan uang. 

Menurut pengakuan korban, kata Anom, korban dipalak enam orang yang membawa sepeda motor.

Tak ada saksi di sekitaran lokasi kejadian. 

"Pengakuan korban seperti itu. Ini masih diselidiki. Saat kejadian, korban perjalanan dari Baturetno mau ke Solo," jelasnya. 

Berdasarkan keterangan korban, korban diminta uang sebesar Rp 500 ribu dan sepasang sepatu yang saat itu sedang digunakan. 

Korban menurut dia tak berniat untuk memviralkan kabar tersebut, namun orang lain yang melakukannya.

Bahkan korban tak berniat melaporkan ke Polisi. 

"Jadi saat muncul di medsos, kami coba menelusuri," kata Anom.

Atas kondisi itu pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang serta selektif saat membagikan kabar di media sosial, jangan sampai menyebabkan kabar sebelum tahu kebenarannya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved